Jabar Hari Ini: Arteria Dahlan Dipolisikan dan Penyesalan Herry Wirawan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 21:16 WIB
Anggota DPR Arteria Dahlan memaparkan pandangannya terkait polemik UU KPK dalam diskusi Mengukur Sepak Terjang KPK di Jakarta. Begini ekspresinya.
Arteria Dahlan (Foto: Ari Saputra)
Bandung -

Ucapan kontroversial Arteria Dahlan berbuntut panjang. Politisi PDIP itu dilaporkan oleh Majelis Adat Sunda ke Polda Jabar akan ucapannya yang dinilai menistakan masyarakat Sunda.

Sementara itu, pemerkosa 13 santriwati Herry Wirawan mengaku menyesali perbuatannya. Ia pun memohon kepada majelis hakim agar hukumannya dikurangi. Paparan virus Corona varian Omicron mulai menulari warga Kota Bandung.

Masih ada sejumlah berita menarik di Jabar Hari Ini, berikut rangkumannya :

1. Arteria Dahlan Dilaporkan ke Polda Jabar

Ucapan Arteria Dahlan soal copot Kajati berbahasa Sunda berbuntut panjang. Arteria dilaporkan ke Polda Jabar atas ucapannya tersebut.

Laporan dilakukan Majelis Adat Sunda ke Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (20/1/2022). Pelapor membuat laporan ke SPKT Polda Jabar namun masih harus berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar.

"Kami hari ini melaporkan saudara Arteria Dahlan, anggota DPR RI yang telah menyatakan dalam berita yang viral mencopot kepala Kejaksaan Tinggi yang berbicara menggunakan bahasa Sunda," ujar Pupuhu Agung Dewan Keratuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Sebagja di Mapolda Jabar.

Ari menuturkan pernyataan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP tersebut dinilai sudah menyinggung masyarakat Sunda. Bahkan tak hanya masyarakat Sunda, suku lain pun menilai pernyataan Arteria menyakitkan.

>>Baca Selengkapnya<<

2. Herry Wirawan Menyesal Perkosa 13 Santriwati

Herry Wirawan melakukan pembelaan usai dituntut hukuman mati oleh Jaksa. Herry menyesal dan meminta pengurangan hukuman.

Pembelaan Herry dilakukan melalui pembacaan nota pembelaan atau pleidoi yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (20/1/2022).

"Pada intinya sependek yang bisa diketahui bahwa yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarga, kemudian meminta untuk dikurangi hukuman," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil usai persidangan.

Herry mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Bandung. Herry membacakan pleidoi-nya usai penasihat hukum membacakan pleidoi.

Menurut Dodi, selama pembacaan pembelaan, Herry tampak tenang. Dia tak gugup saat mengucap permintaannya itu.

"Kalau dari apa yang saya lihat tadi ya tidak (gugup)," katanya.

Sementara itu, Ira Mambo kuasa hukum dari Herry enggan membeberkan isi dari pleidoi dia dan Herry. Ira beralasan pleidoi cukup panjang dan tak bisa dijelaskan di muka umum.

>>Baca Selengkapnya<<

3. Kuburan di Tasikmalaya Rusak Misterius

Belasan kuburan di tempat pemakaman umum (TPU) Gunung Dangdeur, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya ditemukan dalam keadaan rusak. Belum diketahui siapa pelaku perusakan makam tersebut.

Tembok atau bangunan makam rusak seperti dihantam martil. Namun demikian kerusakan hanya terjadi di bagian atas tembok makam, tidak sampai digali.

Lili Carli (64), penjaga TPU Gunung Dangdeur mengatakan kerusakan 14 makam itu diketahui saat dia hendak bersih-bersih pada Kamis (20/1/2022).

"Saya terakhir ke makam pada hari Selasa. Rabu tidak ke sini. Tadi pagi pas mau bersih-bersih ternyata banyak tembok makam yang hancur," kata Lili.

Dia mengaku tak habis pikir dengan apa yang terjadi. Kerusakan terjadi secara acak, tidak ada sasaran khusus dari aksi itu. Sebagian ada yang disisakan nisannya, tapi sebagian ada yang dibabat habis.

>>Baca Selengkapnya<<

4. Enam Warga Bandung Terpapar Omicron

Enam orang warga Kota Bandung dilaporkan positif terpapar COVID-19 varian Omicron. Mereka terpapar melalui transmisi lokal.

"Memang ternyata enam kasus yang ditemukan transmisi lokal, bukan transmisi perjalanan. Jadi membuktikan bahwa Omicron sudah ada (di Kota Bandung)," kata Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Yana mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk tetap waspada, karena COVID-19 terus bermutasi. "Tapi sekali lagi saya imbau warga waspada. Virus cenderung bermutasi, proses penyebarannya konon lebih cepat, jadi kuncinya protokol kesehatan," ucapnya.

Berdasarkan hasil tes terakhir, Yana menyebut sebagian yang terpapar Omicron sudah dinyatakan negatif. Hal itu diketahui berdasarkan hasil tes PCR.

"Rata-rata sudah di PCR lagi negatif. Ada yang masih di rumah sakit dan ada yang pulang," katanya.

>>Baca Selengkapnya<<

5. Harga Minyak Masih Melambung di Lapangan

Pemerintah telah menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp 14.000 per liter. Sayangnya, minyak goreng dengan harga tersebut belum ditemukan di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pantauan detikcom di Pasar Tradisional Sindangkasih, Cigasong, Majalengka minyak goreng kemasan 1 liter berbagai merek masih berada di kisaran harga Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu.

Rata-rata para pedagang di Pasar Sindangkasih ini masih menjual minyak goreng kemasan yang merupakan produk lama. Seperti yang dijual Momoh, salah seorang pedagang.

"Masih jual yang lama, harganya ya harga lama. Belum ada yang 14 ribu," kata Momoh, Kamis (20/1/2022).

Namun, Momoh mengaku telah merasakan dampak beredarnya minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu tersebut. Menurutnya penjualan minyak goreng mulai mengalami penurunan sejak kemarin.

>>Baca Selengkapnya<<

(yum/bbn)