Arteria Dahlan Minta Maaf, Wagub Uu Batal Kerahkan Santri ke Senayan

Dony Indra Ramadhan, Ismet Slamet - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 17:48 WIB
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum (Foto: Yudha Maulana)
Cianjur -

Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum batal mengerahkan santri berkaitan dengan pernyataan Arteria Dahlan soal bahasa Sunda. Hal ini dikarenakan anggota DPR RI itu sudah meminta maaf.

Uu awalnya akan mengerahkan santri buntut dari ucapan kontroversi Arteria. Bahkan, Uu sudah bersiap untuk bertolak ke Senayan guna melaporkan Arteria ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Namun, Arteria baru saja menyampaikan permintaan maaf.

"Adapun kami sebagai umat beriman memaafkan, bahkan saya tidak jadi akan membawa santri dan kiai ke Senayan, padahal saya sudah menyiapkan mau berangkat ke situ setelah kami berkomunikasi, dengan permintaan maaf kami urungkan niat," ujar Uu berdasarkan keterangan yang diterima, Kamis (20/1/2022).

Uu yang juga panglima santri Jabar ini menghargai permintaan maaf yang disampaikan oleh Arteria secara terbuka. Namun, dia belum tahu apakah permohonan maaf Arteria dari hati atau tidak.

"Saya menghargai dan mengapresiasi kepada Arteria Dahlan yang sudah meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Jawa Barat. Sekalipun permohonan maaf saya tidak tahu apakah dengan keikhlasan ataupun tekanan, ataupun apa, tetapi saya sebagai muslim menghargai secara pribadi karena sudah meminta maaf," kata Uu menambahkan.

Uu menambahkan meski ada permintaan maaf, dirinya akan tetap berkomunikasi secara pribadi dengan Arteria. Dia akan meminta penjelasan langsung dari Arteria.

"Tetap kami akan berkomunikasi dengan beliau tanpa ada massa, secara pribadi, untuk membangun komunikasi mudah-mudahan dengan komunikasi dia akan paham tentang Sunda, kemudian juga tidak terulang lagi mendeskreditkan kami masyarakat Jawa Barat," kata dia.

Dengan adanya permintaan maaf ini, Uu meminta agar masyarakat di Jabar tidak beraksi keras. Bahkan Uu mengajak seluruh elemen mengakhiri polemik ini.

"Harapan kami kepada warga Jabar dengan permohonan maaf sudahlah akhiri polemik ini, tidak perlu ramai lagi di media sosial," katanya.

Dimaafkan tapi Harus Ada Sanksi

Ketua Sundawani Kabupaten Cianjur Iwan Mustofa mengatakan, masyarakat Sunda pemaaf, dan akan menerima permohonan maaf dari Arteria Dahlan terkait pernyataannya

"Awalnya kita akan gelar aksi jika Arteria tidak kunjung minta maaf. Tapi karena sudah minta maaf, ya dimaafkan," ujar dia, Kamis (20/1/2022).

Namun, lanjut dia, pernyataan Arteria tidak hanya selesai pada permohonan maaf. Iwan meminta PDI Perjuangan memberikan sanksi berat berupa pemecatan sebagai anggota dewan.

"Dimaafkan ya dimaafkan, tapi harus ada tindakan tegas. Pecat Arteria Dahlan dari jabatan anggota DPR RI. Karena bukan sosok wakil rakyat atau pemimpin. Karena pemimpin itu harus jadi contoh dan berperilaku baik, tapi yang dilakukannya malah menyakiti masyarakat, terutama masyarakat Sunda," kata dia.

Menurut Iwan, tindakan tegas pada Arteria harus dilakukan sebagai efek jera agar kejadian serupa tak terulang.

"Jangan sampai anggota dewan yang lain atau ada sosok pemimpin yang lain tidak mengikuti kesalahan dari Arteria. Karena harus ada efek jera, sebagai contoh," ujarnya.

Di sisi lain, Himpunan Warga Cianjur Raden Sulaeman, menuturkan respon dari masyarakat Jawa Barat terutama Suku Sunda terkait pernyataan Arteria Dahlan merupakan bentuk kecintaan tempat kelahiran, budaya, dan bahasa daerah.

"Desakan permintaan maaf hingga minta ada sanksi tegas dari Parpol ini merupakan kecintaan masyarakat Sunda untuk melestarikan budaya. Kami selama ini saling menghargai, tapi kalau sudah budaya kami disinggung kami tidak akan diam," ungkapnya.

"Kami memaafkan, tapi untuk sanksi atau proses hukum tetap harus diberikan," pungkasnya.

Arteria Minta Maaf

Arteria Dahlan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda. Hal itu terkait ucapan meminta kajati berbahasa Sunda diganti oleh Jaksa Agung.

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda, atas pernyataan saya beberapa waktu lalu," ujar Arteria usai memberikan klarifikasi kepada PDIP, Kamis (20/1/2022).

Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi," kata Arteria.

Simak Video 'Arteria ke Masyarakat Sunda: Maaf, Tidak Ada Maksud untuk Rasis':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/bbn)