Gema Pasundan: Arteria Dahlan Mengkriminalisasi Bahasa Sunda

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 11:57 WIB
Bandung -

Sejumlah mahasiswa tergabung Gerakan Mahasiswa (Gema) Pasundan mendatangi markas DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jabar untuk menyampaikan protes berkaitan pernyataan Arteria Dahlan yang meminta Kajati diganti karena berbahasa Sunda saat rapat.

Pantauan detikcom, Kamis (20/1/2022), sekitar Pukul 10.40 WIB, kedatangan mahasiswa ini diterima langsung oleh Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono dan jajarannya. Lagu 'Halo-halo Bandung' dinyanyikan Satgas PDIP Jabar saat para mahasiswa ini tiba di kantor DPD PDI Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung.

Puluhan anggota Polsek Lengkong dan Polrestabes Bandung menjaga di luar dan dalam kantor tersebut. Tidak ada aksi demonstrasi, mahasiswa ini langsung diajak beraudiensi untuk menyampaikan aspirasi bersama pengurus PDIP Jabar.

"Saya datang langsung untuk menyampaikan aspirasi, datang ke rumah yang bersangkutan. Mengapa datang ke DPD PDIP Perjuangan Jawa Barat, karena ketua PDI Perjuangan Jabar juga sakit hati. Merasakan keresahan kita bersama, di mana kita ditempa, dididik dan dilahirkan di tatar Pasundan patempatan orang Sunda," kata Ketua Umum Gema Pasundan Rajo Galan selagi beraudiensi.

Rajo mengungkapkan simbol dan jati diri masyarakat Sunda sudah diinjak-injak Arteria. Sekadar diketahui, Arteria Dahlan merupakan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP.

"Bahasa Sunda bukan kriminal, bukan tindak korupsi atau pidana, kenapa orang bicara Sunda harus dicopot, ini harus bicara kinerja kalau mau dicopot. Kenapa kalau ada orang bahasa selipan Inggris enggak dicopot, itu bukan bahasa kita," tutur dia.

Gema Pasundan menilai Arteria Dahlan telah mengkriminalisasi Bahasa Sunda. "Ateria Dahlan ini sudah ngaco, sesat berpikir. Dia mengkriminalisasi bahasa Sunda kalau begini. NKRI ini multi etnis, beragam suku-rasnya. Mengapa harus dipertanyakan dan dipermasalahkan ketika ada Kajati yang berbicara bahasa Sunda," ujar Rajo.

Rajo menegaskan kedatangannya bersama teman-teman ke kantor PDIP Jabar bukan mempersoalkan partainya, tapi mempermasalahkan pribadi Arteria. Gema Pasundan meminta Arteria Dahlan meminta maaf kepada masyarakat Sunda. Selain itu, pihaknya meminta kepada pimpinan pusat PDIP memberikan sanksi tegas dengan memberhentikan Arteria Dahlan sebagai anggota DPR RI.

Arteria Persilakan Lapor MKD

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan mempersilakan pihak yang berkeberatan atas pernyataan kontroversialnya melapor ke MKD DPR RI.

"Kalau saya salah, kan jelas mekanismenya ada MKD, apakah pernyataan salah. Kita ini demokrasi, silakan kalau kurang berkenan dengan pernyataan saya, silakan saja (laporkan)," kata Arteria kepada wartawan di gedung MPR/DPR, Rabu (19/1/2022).

Arteria menekankan tidak bermaksud mendiskreditkan masyarakat Sunda berkaitan dengan pernyataannya. Dia menyebut pernyataannya itu disampaikan agar tidak ada kelompok Sunda Empire di lingkungan internal Kejaksaan Agung.

Lebih lanjut Arteria mengaku hanya menyampaikan kegusarannya terkait adanya satu hingga dua jaksa yang justru berusaha menunjukkan kedekatannya dengan cara-cara berbahasa Sunda. Dia minta agar video dirinya dalam rapat Komisi III DPR bersama Jaksa Agung dicermati secara utuh.

(wip/bbn)