Jabar Hari Ini: RK Bicara Nasib Jakarta-Gelombang Protes untuk Arteria

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 21:37 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Depok Jabar, 18 Desember 2021. (Nahda Rizky Utama/detikcom)
Foto: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Depok Jabar, 18 Desember 2021. (Nahda Rizky Utama/detikcom)
Bandung -

Ucapan kontroversial dari Anggota DPR RI Arteria Dahlan menuai kecaman dari berbagai kelompok Kesundaan. Wagub Jabar pun berencana untuk mengerahkan pasukan santri jika politisi PDIP itu tak meminta maaf.

Kemudian empat tahanan yang kabur dari sel tahanan polsek berhasil diringkus polisi di Bandung Barat. Peristiwa lainnya tentang polisi yang mengungkap kasus investasi bodong yang menelan 300 orang korban.

Masih ada berita menarik lainnya dalam Jabar Hari Ini, berikut rangkumannya:

Polisi Ungkap Investasi Bodong Rp 5,7 Miliar

Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota membongkar kasus investasi bodong yang menyebabkan total kerugian senilai Rp 5,7 miliar dan jumlah korban sebanyak 300 orang.

Kasus ini melibatkan tiga orang tersangka yakni Livia Anggraeni (22) warga Ciharashas Desa Cikarang Kecamatan Malangbong Garut, Rivaldi Muhsin (22) warga Sangkali Desa Cogreg Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya dan Evi Lestariani (22) warga Kampung Citiis Desa Cibunar Kecamatan Malangbong Kabupaten Tasikmalaya.

Livia dan Rivaldi merupakan sepasang kekasih dan masih berstatus sebagai mahasiswa. Mayoritas korbannya pun berasal dari kalangan mahasiswa.

Keduanya kini mendekam di tahanan Polres Tasikmalaya Kota. Sementara Evi ditahan, karena dia baru saja melahirkan dan harus menyusui bayi.

"Hanya dua yang kami tahan, seorang lainnya tidak karena baru melahirkan. Dengan alasan kemanusiaan dan objektivitas penyidik, dia tidak ditahan," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan didampingi Paur Humas Ipda Jajang Kurniawan, Selasa (19/1/2022).

Aszhari memaparkan awal kasus ini terjadi pada September 2021 lalu.Livia ketika itu menawarkan investasi kepada salah seorang korban bernama Sari.