300 Orang Jadi Korban, Begini Modus Investasi Bodong di Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:19 WIB
Investasi Bodong di Tasikmalaya
Tersangka kasus investasi bodong di Tasikmalaya. (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom)
Tasikmalaya -

Sejoli muda, Livia Anggraeni (22) dan Rivaldi Muhsin (22), tak menyangka perbuatannya mengumpulkan dana investasi dari teman dan kenalannya malah berujung penjara. Polisi mencatat 300 orang menjadi korban kasus investasi bodong di Kota Tasikmalaya.

"Klien kami juga korban, karena uang semua diserahkan ke tersangka Evi. Klien kami juga awalnya diajak dan diiming-iming keuntungan dari investasi yang katanya koperasi simpan pinjam," kata Dance Latupeirissa pengacara Livia dan Rivaldi, di Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu (19/1/2022).

Livia dan Rivaldi ternyata cukup cekatan untuk menjaring investor yang mau menanamkan uangnya dalam bisnis yang tidak jelas tersebut. Jangankan kedudukan kantornya, nama perusahaan atau koperasinya pun tak ada.

"Tak ada, tak ada namanya. Investasi koperasi saja," kata Dance.

Pasangan kekasih itu hanya mengatakan kepada korbannya telah mengikuti investasi dengan keuntungan sebesar 40 persen setiap bulan, dari modal yang ditanam. Modus keuntungan fantastis inilah yang membuat para korban tergiur. Apalagi Livia dan Rivaldi juga menyampaikan testimoni keuntungan dibarengi dengan pamer barang-barang bermerek.

Livia dan Rivaldi juga rajin promosi penawaran investasi itu di media sosial. Tak heran, korbannya mencapai 300 orang.

Mega, salah seorang korban, tak menyangka uang lebih dari Rp 20 juta yang diinvestasikan pada teman sekelasnya itu, tiba-tiba raib tanpa kejelasan. "Saya dan teman-teman tergiur posting-an teman saya yang tergolong cepat memiliki barang yang jadi impian anak muda," ujar Mega saat bersama puluhan korban investasi bodong lainnya berkonsultasi ke kantor firma hukum Yogi Muhammad Rahman, pada November 2021.

Dia mengakui keuntungan pernah dia dapatkan di bulan pertama investasi. Keuntungan itu membuat mereka meyakinkan orang tua, pacar, teman dan lainnya untuk sama-sama berinvestasi.