Soal 'Kajati Bicara Sunda', TB Hasanuddin: Ucapan Arteria Tak Wakili Partai

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:28 WIB
Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS) menggelar diskusi publik bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin di Perpustakaan Ajip Rosidi, Rabu (19/1/2022)
Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS) menggelar diskusi publik bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin di Perpustakaan Ajip Rosidi, Rabu (19/1/2022) (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Anggota DPR RI TB Hasanuddin menyesalkan ucapan dari Arteria Dahlan terkait 'Kajati bicara Sunda' yang mengundang reaksi dari berbagai kalangan. Sebagai sesama kader dari PDIP, Hasanuddin menekankan bahwa ucapan dari Arteria itu tidak mewakili organisasi apapun alias murni secara pribadi.

"Untuk meluruskan bahwa peristiwa ungkapan yang tidak tepat, yang dilakukan oleh saudara Arteria Dahlan itu tidak mewakili komunitas partai atau komunitas anggota DPR RI, dan harus bertanggung jawab atas ucapannya secara pribadi," kata TB di Perpustakaan Ajip Rosidi di Jl Garut, Kota Bandung pada Rabu (19/1/2022).

Ia pun amat menyesalkan ucapan tersebut, yang dinilai melukai hati masyarakat Sunda. Hasanuddin pun telah menyampaikan ungkapan kekecewaan tersebut kepada Arteria secara langsung.

"Dan saya selaku anggota kader PDIP sangat menyesalkan tindakan itu. Saya sudah bicara langsung dengan Arteria Dahlan dan menyampaikan kekecewaan itu sehingga mohon diketahui, kalau saya mendapatkan banyak kekesalan yang dilakukan, ini ya silakan tapi pasti bukan ditujukan partai, karena kalau berbicara partai saya juga ada di sana. Silakan ditujukan kepada yang bersangkutan," katanya.

Pada kesempatan itu, Hasanuddin bertemu dengan berbagai tokoh Kesundaan yang tergabung dalam Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS) mulai dari budayawan, serta seniman dan sastrawan Sunda seperti Cecep Burdansyah, Budi Dalton, Kyai Matdon, Iman Soleh dan para inohong Sunda lainnya.

"Ada tuntutan dari masyarakat pasundan untuk pemecatan Arteria dari kader. Saya kira ada prosedurnya silakan diajukan, kemudian ada dewan kehormatan dan dewan kehormatan nanti melakuakn sidang akan investigasi dan lain-lain," katanya.

Sementara itu, Ketua PP-SS Cecep Burdansyah mengatakan, negara ini menjamin untuk memelihara dan menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

"Jadi pernyataan Arteria ini kontraproduktif dan dia ada di DPR RI, seharusnya dia paham dari masyarakat Sunda tersakiti dengan perbuatan itu. Ini bukan soal Bahasa Sunda aja tapi juga bahasa daerah lain harus kita jaga," kata Cecep.

"Harus kita pelihara, kita menghargai kalau teman-teman daerah Jawa pakai bahasa Jawa, Batak pakai bahasa Batak di mana pun kita hargai," ujar Cecep.

Cecep menilai, pernyataan yang keluar dari Arteria bisa mengganggu keutuhan NKRI dan berpotensi memecah belah bangsa. Mengucilkan bahasa daerah ini, dikataka Cecep, bertentangan dengan konstitusi.

"Tapi ini sebagai anggota DPR kok begitu, jadi dimana otaknya itu, aneh kan anomali. Justru dia mendorong penggunaan bahasa daerah dan saya yakin pejabat itu kalau ngomong bahasa daerah bukan dalam konteks kenegaraan, ya pasti pakai bahasa nasional," katanya.

"Kenapa ini main copot aja Kajati. Emang negara ini punya dia, emang dia mau menjegal karir seorang jaksa? Ini yang kita sesalkan seolah-olah Bahasa Sunda ini alat untuk dia, untuk menjegal orang yang mau berkarir jabatan ini bahaya," pungkasnya.

Simak Video 'Penampakan Baliho 'Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda' di Dekat Gedung Sate':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)