Buron Kasus Penganiayaan, Pria Ini Ditangkap Saat Ngopi di Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:05 WIB
Buron Penganiayaan Ditangkap di Bandung
Buron yang ditangkap di Bandung. (Foto: istimewa)
Bandung -

Tim gabungan kejaksaan meringkus buronan kasus penganiayaan. Pria yang sudah buron sejak tahun 2019 itu ditangkap saat nongkrong di kafe Bandung.

Buronan bernama Trisna Muliana Sugiarto (30) itu ditangkap tim gabungan intelijen Kejagung dan Kejati Jabar, Rabu (19/1/2022). Dia ditangkap saat ngopi di salah satu mal di Bandung.

"Yang bersangkutan sudah diamankan oleh tim dari Kejaksaan Agung dan Kejati Jabar," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil kepada detikcom.

Dodi menuturkan terdakwa diketahui sudah divonis Pengadilan Negeri (PN) Majalengka pada 2019. Namun dia mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA). MA menguatkan putusan PN, namun terdakwa tetap menghindar.

"Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan karenanya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," tutur Dodi.

"Sehingga Kejaksaan Negeri Majalengka meminta bantuan melalui ke Kejaksaan Agung melalui Kejati Jabar untuk melakukan pencarian. Kemudian setelah ditelusuri, akhirnya berhasil kita amankan tadi di Bandung," kata Dodi menambahkan.

Kasus Penganiayaan

Trisna diseret ke meja hijau atas kasus penganiayaan. Berdasarkan berkas putusan yang diunggah di laman resmi MA, kasusnya bermula saat Trisna menganiaya korban bernama Yopi Febrianto pada Mei 2018.

Perselisihan keduanya bermula dari komentar Facebook. Korban tak terima dengan tulisan terdakwa yang langsung meminta klarifikasi terhadap terdakwa. Di saat itu terjadi cekcok hingga terdakwa melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka pada wajah korban.

Dalam putusannya, majelis hakim PN Majalengka yang diketuai Dikdik Haryadi dan dua hakim anggota, Ria Agustien dan Ida Adriana, menyatakan terdakwa bersalah sesuai Pasal 351 KUHPidana. Terdakwa divonis 1 bulan dan 15 hari penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan dan 15 (lima belas) hari," tulis hakim sebagaimana petikan vonis.

(dir/bbn)