Menteri PPPA Sebut Hukuman Mati bagi Herry Wirawan Sesuai UU

Nur Azis - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:37 WIB
Menteri PPPA Bintang Puspayoga di Sumedang
Menteri PPPA Bintang Puspayoga (Foto: Nur Azis/detikcom)
Sumedang -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menilai tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Herry Wirawan, terdakwa kasus pemerkosa 13 santriwati dengan hukuman mati dan kebiri kimia sudah sesuai dengan Undang-undang (UU) yang berlaku.

"Tuntutan yang diberikan oleh pak Kajati sudah mengacu pada Undang-undang Perlindungan Anak Tahun 2014 yang diubah menjadi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, disana sudah ada pengembangan pasal 81 yang dulunya ada 3 pasal dan sekarang ada pasal 5," ungkap Bintang dengan didampingi Kajati Jabar Asep N. Mulyana dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir seusai meresmikan Rumah Simpati Adhyaksa di Sumedang, Rabu (19/1/2022).

Bintang menegaskan, tuntutan Kajati yang juga langsung menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus Herry Wirawan sudah sesuai dengan UU yang berlaku. Hal itu agar memberikan efek jera kepada para pelaku predator seksual.

"Nah ini kan salah satunya memberikan efek jera kepada pelaku," ujarnya.

Ia pun berharap kepada seluruh aparat penegak hukum dapat memberikan keadilan kepada korban dan dapat memberikan kepentingan yang terbaik kepada korban serta memberikan efek jera kepada pelaku.

Terkait hal itu, ia pun mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasihnya secara langsung kepada Kajati Jabar atas tuntutan yang telah dilayangkan kepada pelaku.

"Tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku tapi juga memberikan kepentingan yang terbaik kepada anak anak dan juga anak korban," kata Bintang

Bintang menambahkan anak-anak yang menjadi korban dan anak-anak yang dilahirkan oleh korban akibat perbuatan pelaku harus benar-benar menjadi perhatian bersama demi keberlangsungan hidupnya.

"Diantara korban ada anak-anak yang juga sudah punya bayi-bayi yang harus menjadi perhatian demi keberlangsungan hidupnya," pungkasnya.

Berikutnya Resmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa (RASA)