PAUD Diduga Ditutup Pengurus RW, Camat-Disdik Sukabumi Turun Tangan

Siti Fatimah - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 19:11 WIB
Disdik dan Camat di Sukabumi menggelar mediasi soal polemik bangunan PAUD yang diduga dirusak dan ditutup pengurus RW.
Foto: Disdik dan Camat di Sukabumi menggelar mediasi soal polemik bangunan PAUD yang diduga dirusak dan ditutup pengurus RW (Siti Fatimah/detikcom).
Sukabumi -

Polemik yang terjadi terkait status bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anggrek 9 di Puri Cibeureum Permai 2, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi masih berlanjut. Fasilitas pendidikan anak itu diduga dirusak dan ditutup oleh pengurus RW setempat.

Kabar tersebut sampai ke telinga Dinas Pendidikan dan pihak Kecamatan. Mereka kemudian mengadakan mediasi antara pengurus RW dan pihak pengurus PAUD. Terlihat, momen tersebut dihadiri oleh LSM, mahasiswa, dan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cibeureum.

Camat Cibeureum Dian Andriani mengatakan, mediasi yang dilakukan kurang lebih selama empat jam ini merupakan mediasi ketiga. Menurutnya, perselisihan antara pengurus RW dan guru-guru PAUD ini belum menemukan titik terang setelah dilakukan mediasi pertama pada Juni 2010 dan Desember 2021 lalu.

"Perselisihan yang terjadi di antara pengurus RW 09 dengan guru-guru PAUD, karena bagaimana pun ini sangat menyedihkan, apalagi ini sudah keluar kabarnya," kata Dian, Minggu (16/1/2022).

Dia mengatakan upaya mediasi dilakukan demi menyelesaikan perselisihan sekaligus mempertahankan keberlangsungan PAUD Anggrek 9. "Pertemuan ini diawali tujuan kita tidak ada ego masing-masing. Harapannya apa yang sudah terjadi di masa lalu biarlah berlalu dan pinginnya kita mulai dari baru," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dian akan angkat tangan jika tidak berhasil mencapai mufakat. "Kalau sampai tidak berhasil saya angkat tangan. Saya tidak bisa lagi karena saya merasa sudah melakukan berbagai upaya untuk menyatukan," tuturnya.

Selama proses mediasi, muncul berbagai macam masukan dari warga setempat. Salah satunya mengenai perubahan jabatan Ketua RW. Dian pun mempersilahkan kepada warga jika ingin melakukan pemilihan ulang Ketua RW.

"Untuk pemilihan RW 9 silahkan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada. Jadi silahkan nanti, karena ini keputusan juga ada di warga sebetulnya. Jadi mangga (silahkan) kalau mau ada pemilihan lagi dan itu dilaksanakan efektif dan lebih baik kami dari pemerintahan kecamatan dan kelurahan mangga (mengizinkan)," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi Hasan Asari mengatakan konflik yang bertahan selama enam tahun ini, bermula dari persoalan hirarki. Baik dari pengurus RW dan guru-guru PAUD tidak mengetahui mekanisme pengelolaannya.

"Pemahaman hirarki, mekanisme pengelolaan antara PAUD hubungannya dengan RT, RW, Kelurahan seperti apa. Kalau yang di ranah pendidikan negeri kan sudah jelas bahwa pendidikan itu ada dua, dikelola oleh pemerintah dan masyarakat," kata Hasan.

Sementara PAUD ini, kata dia, milik masyarakat. Hasan mengatakan, seharusnya kedua belah pihak dapat berdiskusi bersama untuk membangun kekuatan yang baru.

Pihaknya pun akan kembali melakukan mediasi dengan pokok bahasan mengenai kepengurusan PAUD pada Selasa, 18 Januari 2022 di Kantor Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

"Sebenarnya ini merupakan misskomunikasi yang kurang lancar. Kita akan mengungkap harapan-harapan itu dan kita akan satukan dalam sebuah diskusi dan mediasi. Insyaallah kita akan menyatukan kembali yang bercerai sehingga menjadi kekuatan besar untuk membangun masyarakat ini," pungkasnya.

Sekedar informasi, selama sepekan ini guru-guru PAUD Anggrek 9 mengaku mendapatkan intimidasi dan ancaman akan penutupan dan pengrusakan fasilitas PAUD. Perwakilan guru PAUD Anggrek 9, Susilawati mengatakan, pengurus RW mempertanyakan mengenai status kepemilkan gedung saat gedung tersebut mendapatkan bantuan pendanaan pada 2017 lalu.

Sedangkan kondisi PAUD setelah diambil alih oleh pengurus RW dan digunakan oleh Karang Taruna dalam kondisi yang memprihatinkan. Sampah berserakan dan beberapa fasilitas mainan anak-anak rusak.

Ketua RW 09, Sugeng Harjadi membantah pengurus RW melakukan intimidasi dan pengancaman. Menurutnya, tidak ada kegiatan merusak fasilitas atau hal lain-lain yang disangkakan guru PAUD.

"Tidak ada kerusakan, silahkan. Warga juga bingung, silahkan lah cek sendiri. Simpulkan sendiri. Alat mainan rusak itu memang sudah tua dan akan saya ganti. Kalo buat mainan anak-anak itu berbahaya dan jatuh," kata Sugeng.

(mso/bbn)