Didakwa Korupsi Rp 50 M, Eks Kades di Lembang Ajukan Eksepsi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 18:31 WIB
Eks Kades Cikole Lembang Didakwa Korupsi
Sidang dakwaan eks dua kades di Lembang yang korupsi aset desa. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Eks Kepala Desa Cikole Lembang Jajang Ruhiyat didakwa mengalihkan aset desa dengan kerugian negara mencapai Rp 50 miliar. Atas dakwaan itu, Jajang siap menangkis dengan mengajukan eksepsi.

"Setelah mendengar dan memperhatikan dakwaan oleh penuntut umum, kami ambil sikap untuk menyatakan eksepsi atau keberatan yang diagendakan satu minggu ke depan," ujar Rizky Rizgantara, kuasa hukum Jajang, usai persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (15/12/2021).

Rizky menjelaskan alasannya melakukan eksepsi lantaran berdasarkan ketentuan Pasal 143 ayat (2) KUHP, surat dakwaan harus memenuhi syarat formil dan materil. Akan tetapi yang terjadi terhadap kliennya, dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum dari Kejati Jawa Barat belum memenuhi unsur tersebut.

"Contohnya kan dakwaan itu harus lengkap dan jelas di uraikan, nah kami menilai salah satu contohnya berkaitan dengan dakwaan dugaan kerugian negara yang timbul. Nah di situ ada semacam ada keragu-raguan dari penuntut umum sendiri mendakwa adanya kerugian negara," kata dia.

Selain itu, kata Rizky, lembaga yang menghitung kerugian negara juga dianggap belum memenuhi wewenang. "Selain itu pihak yang atau lembaga yang dijadikan dasar untuk menghitung kerugian negara itu tidak berwenang ketentuan siapa yang berhak untuk mengajukan suatu kerugian negara," tuturnya.

"Kami berpandangan pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung tidak berwenang mengadili ini karena menurut kami bukan tindak pidana korupsi. Untuk lebih jelasnya mungkin akan kami urai kan dalam nota keberatan," ucap Rizky menambahkan.

Rizky menyebut SK penghapusan tanah kas desa tersebut dilakukan audit pada 7 Mei 2020. Namun faktanya, menurut dia, pada 30 April 2020 kliennya sudah membuat SK yang intinya mencabut SK tentang penghapusan aset desa itu.

"Jadi pada saat inspektorat memeriksa itu tanah kas desa telah di kembalikan. Artinya sejak saat tanggal 20 April itu sampai saat ini sudah tidak ada lagi kerugian negara karena klien kami telah mengembalikannya melalui SK juga," tutur Rizky.

Dua mantas kades di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jajang Ruhiyat (eks Kades Cikole) dan Maman Suryaman (eks Kades Cibogo), didakwa melakukan dugaan korupsi pemindahtanganan aset lahan milik desa. Perbuatan dua eks kades itu mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 50 miliar.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (15/12/2031). Jajang bersama Maman melakukan pemindahan terhadap lahan yang berada di blok lapang persik 57 Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Perbuatan terdakwa ini, sambung JPU, Jajang dianggap telah memperkaya diri sendiri dengan jumlah Rp 1 miliar. Sementara berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara atas perbuatan ini berdasarkan penghitungan inspektorat Kabupaten Bandung Barat senilai Rp 50.696.000.000.

Dalam perkara ini, Jajang dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 32 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 32 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan pertama.

Dia juga dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 32 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 32 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan kedua.

(dir/bbn)