Dua Eks Kades di Lembang Didakwa Korupsi Rp 50 M

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 16:06 WIB
Eks Kades Cikole Lembang Didakwa Korupsi
Sidang dakwaan eks dua kades di Lembang yang korupsi aset desa. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Dua mantas kades di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jajang Ruhiyat (eks Kades Cikole) dan Maman Suryaman (eks Kades Cibogo), didakwa melakukan dugaan korupsi pemindahtanganan aset lahan milik desa. Perbuatan dua eks kades itu mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 50 miliar.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (15/12/2031). Jajang bersama Maman melakukan pemindahan terhadap lahan yang berada di blok lapang persik 57 Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara," ucap jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dalam petikan surat dakwaan yang diterima.

Pemindahan itu dilakukan dengan cara terdakwa membuat salinan C yang ditandatangani oleh terdakwa atas nama wajib pajak Martadidjaja.

"Sehingga menimbulkan hak atas kepemilikan tanah yang semula tanah kas desa Cikole menjadi Martadidjaja," tuturnya.

JPU menuturkan beberapa bagian tanah tersebut pun dijual ke berbagai pihak. Bahkan Jajang bertindak sebagai saksi.

Jaksa menuturkan, terhadap surat keputusan Kepala Desa Cikole nomor 145/sk.53/Pem/2020 tanggal 15 Juni 2020 tentang penghapusan aset inventaris milik desa tersebut selanjutnya terdakwa memberitahukan kepada warga masyarakat desa yang mendiami tanah kas desa tersebut menyatakan bahwa tanah di blok lapang persil 57 adalah milik Martadidjaja. .

"Terdakwa Jajang Ruhiyat juga mengirimkan surat yang ditujukan kepada Bupati Bandung Barat yang menerangkan bahwa blok lapang persil 57 milik Martadidjaja," kata jaksa.

Perbuatan terdakwa Jajang ini, menurut jaksa, dianggap telah memperkaya diri sendiri dengan jumlah Rp 1 miliar. Sementara berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara atas perbuatan ini berdasarkan penghitungan inspektorat Kabupaten Bandung Barat senilai Rp 50.696.000.000.

Dalam perkara ini, Jajang dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 32 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 32 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan pertama.

Dia juga dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 32 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 32 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan kedua.

(dir/bbn)