Ini Lokasi Lahan Aset Desa yang Dikorupsi Kades di Lembang

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 19:20 WIB
Ini lokasi lahan yang diduga dikorupsi kades di Cikole
Ini lokasi lahan yang diduga dikorupsi kades di Cikole (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Kepala Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jajang Ruhiat ditangkap terkait dugaan korupsi pemindahan lahan aset desa senilai Rp 50 miliar.

Selain Jajang, pihak lain yang terlibat yakni mantan Kepala Desa Cibogo Maman Suryaman. Dalam praktiknya mereka memindahtangankan lahan aset milik Desa Cikole seluas 8 hektare yang terletak di blok persil 57 Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Lantas di mana lokasi persil 57 yang dipindahtangankan hingga asetnya menjadi milik ahli waris Martadidjaya? Berdasarkan penelusuran detikcom, lahan persil 57 tersebut berada di Kampung Lapang dan Kampung Pamoyanan, RW 15, Desa Cikole.

Di atas lahan tersebut ada sekitar 600 kavling yang diduduki oleh 204 kepala keluarga. Rinciannya 140 kavling dengan 91 KK di blok Kampung Lapang RT 03/01. Lalu 244 kavling dengan 78 KK di blok Kampung Lapang RT 04/01. Kemudian 72 kavling dengan 23 KK di blok Kampung Pamoyanan RT 01/15. Terakhir 15 kavling dengan 12 KK di blok Kampung Lapang RT 03/15.

Di atas lahan seluas 8,9 hektare itu juga berdiri bangunan lainnya seperti Kantor Desa Cikole, balai musyawarah, Kantor BPD Cikole, GOR, Puskesmas Cikole, SMP Mutiara 5, masjid, Pos KB Desa Cikole, Bale RW, serta musola.

Bahkan rumah Kepala Desa Cikole nonaktif Jajang Ruhiat juga berdiri di atas lahan persil 57. Rumah Jajang Ruhiat sendiri ada di Kampung Pamoyanan, RT 01/15.

Pada beberapa titik di wilayah Kampung Lapang kini tertancap papan pengumuman yang bertuliskan 'Persil 57 Tanah Milik Pemerintahan Desa Cikole'. Kemudian menyebutkan pula 'Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bandung nomor 143.1/1806/Pemdes. Tanggal 27 Agustus 1999'. Kemudian 'Putusan Pengadilan Negeri KLS. I B Bale Bandung nomor: 43/Pdt.g/2000/PN.BB. Tanggal: 26 September 2020'.

Menurut Ketua Paguyuban 57 Kampung Pangkalan, Desa Cikole, R Arik Suhinda, lahan persil 57 Desa Cikole merupakan hasil pemekaran dari Desa Cibogo. Dari total lahan 15,510 hektare, sekitar 8,9 hektare diberikan ke Desa Cikole yang merupakan persil 57.

"Tahun 1982 itu pemekaran Desa Cibogo, menjadi tiga desa yaitu Desa Cibogo, Desa Cikole, dan Desa Kayuambon. Lalu lahan 15,510 hektare dibagi tiga, nah yang 8,9 hektare di Desa Cikole inilah yang merupakan persil 57," ungkap Atik kepada detikcom, Jumat (29/10/2021).

Atik mengatakan pada tahun tersebut lahan persil 57 kemudian diinventarisir sebagai lahan aset milik Desa Cikole. Daftar inventarisir itu kemudian diserahkan ke Camat Lembang untuk disetorkan ke pemerintahan desa.

"Karena pada saat itu banyak warga yang belum punya rumah, kemudian lahan itu sebagiannya dioperkan ke warga untuk dibuat hunian atau permukiman. Ada juga yang untuk pertanian. Nah lahan yang diduduki warga ini jadi sudah dari dulu, dan mereka juga membayar urunan desa (urdes) ke Desa Cikole setiap tahunnya," terang Atik.

Atik menjelaskan sejak tahun 1999 silam sudah banyak bermunculan pihak-pihak yang mengatasnamakan ahli waris berusaha mengklaim lahan persil 57. Namun semuanya tak berhasil lantaran bukti-bukti yang dimiliki pihak desa menunjukkan bahwa lahan tersebut merupakan aset desa.

"Sejak tahun '99 itu memang sudah ada gonjang-ganjing klaim lahan persil 57 oleh ahli waris. Jadi bukan hanya di tahun 2020 kemarin saja ahli waris keluar Martadidjaja muncul mengklaim lahan ini milik mereka," tegas Atik.

Kini Jajang Ruhiat telah diamankan pihak kepolisian. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus dugaan korupsi aset desa tersebut kepada pihak kepolisian.

"Mengenai proses hukum sepenuhnya diserahkan ke pihak berwajib," pungkas Atik.

Lihat juga video 'Kasus Jual Beli Jabatan Kades, KPK Geledah Kantor Bupati Probolinggo':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)