Kelegaan Warga Lembang Usai Kades yang Korupsi Aset Desa Ditangkap

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 17:32 WIB
Lokasi lahan yang dikorupsi kades di Lembang
Lokasi lahan yang dikorupsi kades di Lembang (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Polda Jawa Barat menahan Kepala Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jajang Ruhiat yang diduga telah melakukan korupsi pemindahan lahan aset desa hingga menimbulkan kerugian negara senilai Rp 50 miliar lebih.

Selain Jajang, pihak lain yang terlibat yakni mantan Kepala Desa Cibogo Maman Suryaman. Dalam praktiknya mereka memindahtangankan lahan aset milik Desa Cikole seluas 8 hektare yang terletak di blok persil 57 Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Kabar tersebut membuat warga Kampung Lapang RT 01 dan RT 03/RW 15, Desa Cikole yang mendiami lahan persil 57 bisa bernafas lega lantaran tak lagi dirisaukan dengan kabar lahan yang mereka diami merupakan milik ahli waris Martadidjaya.

"Sedikitnya kabar itu (penangkapan Kades) bisa mengurangi keresahan masyarakat di sini karena sebelumnya ada yang mengaku ahli waris tanah adat (desa)," ungkap Aep (62), warga Kampung Lapang RT 03/15, kepada detikcom, Jumat (29/10/2021).

Klaim yang dilayangkan ahli waris terhadap warga jika lahan yang mereka diami merupakan milik ahli waris dan bukan merupakan tanah kas desa bergulir sejak tahun 2020 lalu.

"Padahal sejak dulu itu tanah ini milik desa. Jadi sebetulnya kasus ini sudah beberapa kali, bahkan tahun 2000-an itu sampai disidangkan juga di pengadilan sampai ada putusan pengadilan bahwa tanah ini ya memang tanah kas desa (Cikole)," terang Aep.

Demi memperjuangkan lahan yang mereka diami, beberapa orang warga kemudian membentuk Paguyuban 57 yang berisikan perwakilan warga Kampung Lapang dan sebagian Kampung Pamoyanan yang termasuk ke dalam persil 57.

Ketua Paguyuban 57 Kampung Lapang, R Atik Suhinda mengatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus dugaan korupsi aset desa tersebut kepada pihak kepolisian.

"Mengenai proses hukum sepenuhnya diserahkan ke pihak berwajib," tutur Atik.

Pihaknya juga mengharapkan setelah penangkapan Jajang Ruhiat maka tanah kas desa yang sebelumnya diklaim oleh ahli waris bisa dikembalikan menjadi aset milik Desa Cikole.

"Harapan warga setelah ada keputusan tersebut, untuk kembalikan tanah kas desa jadi tanah milik Desa Cikole. Ini tetap merupakan persil 57 milik desa," beber Atik.

Tak cuma itu warga juga meminta agar Kepala Desa Cikole segera diganti lantaran kepala desa yang lama melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang dengan menghapus aset desa dan dialihtangankan menjadi milik ahli waris.

"Warga minta ganti kepala desa karena telah menyalahgunakan kewenangan dalam hal ini menghapus aset desa," pungkas Atik.

(mud/mud)