ADVERTISEMENT

Kaleidoskop 2021

Heboh Rumah Horor Cianjur hingga Bocah Pendaki Hilang di Gn Guntur

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 11:02 WIB
Rumah Horor di Cianjur
Rumah horor di Cianjur (Foto: istimewa)
Bandung -

Perjalanan kehidupan selalu diwarnai ragam dinamika yang menyangkut sosial, ekonomi, politik, budaya, gaya hidup dan sebagainya. Tapi kisah kehidupan ternyata tak selalu menyangkut hal-hal logis. Ada kalanya hidup diwarnai oleh peristiwa-peristiwa yang sulit dicerna logika atau pikiran. Kisah aheng berbalut mistis acap kali membuat kita terperangah, bahwa ada dimensi-dimensi lain dalam kehidupan manusia.

Walau pun tak jarang menuai kontroversi dan memantik perdebatan, tapi fenomena kejadian-kejadian aneh ini tentunya tidak untuk diseret kepada ranah percaya atau tidak percaya. Namun lebih kepada memotret fakta kejadian dan mengumpulkan keterangan serta kesaksian dari para pelakunya.

Berikut adalah catatan kisah horor yang sempat menghebohkan masyarakat Jawa Barat di tahun 2021.

Rumah Horor Cianjur

Rumah milik Yanih (470 di Kampung Citengkor, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat membuat geger. Si empunya rumah mengaku mengalami kejadian aneh. Mulai dari melihat sekelebat bayangan hingga aktivitas poltergeist berupa perabotan yang melayang dan terbanting.

Kejadian ini membuat heboh sejak pertengahan tahun 2020 hingga awal tahun 2021. Kejadian horor di rumah yang dikelilingi rimbun pepohonan itu membuat geger masyarakat Jawa Barat. Konon teror itu berkaitan dengan kejadian adanya seorang pencuri yang dikeroyok massa hingga meninggal dunia.

Sejumlah ustad dan kalangan tertentu sengaja datang untuk membantu mencari tahu apa yang terjadi dan mengusir mahluk astral yang membuat ulah tersebut. Kepala Desa Sukabakti Tatang sengaja mendatangkan ustad dan menggelar pengajian untuk membantu teror horor yang dialami warganya itu.

Yanih sendiri mengaku usai digelar doa bersama, sejak malam hingga pagi hari, belum terjadi lagi teror 'makhluk gaib' di rumahnya. "Semoga memang tidak ada lagi, saya sudah lelah. Tinggal pun jadi tidak nyaman, apalagi di rumah ada anak kecil, takutnya kenapa-kenapa," ucap Yanih.

Ketua MUI Cianjur Abdul Rauf mengatakan hal yang gaib seperti jin dan sejenisnya memang ada. Serta merupakan mahkluk ciptaan Allah SWT, selain manusia. "Kita memang meyakini jika hal gaib itu ada. Tapi bukan berarti terlalu membesarkan apalagi berkeyakinan berlebih," kata dia.

Adapun ulah jahil mahluk halus hingga memberantakan dan merusak perabotan rumah, dia mengimbau masyarakat agar lebih berserah diri dan banyak berdoa agar dihindarkan dari bahaya dan gangguan jin ataupun setan.

"Semuanya ciptaan yang maha kuasa, maka berdoalah kepada-Nya. Dijauhkan dari hal tersebut. Intinya perbanyak berdoa, zikir dan sholawat," ucapnya.

Terkait adanya masyarakat yang mengaitkan kejadian mistis di rumah Yanih dengan kematian pencuri yang dikeroyok masyarakat usai ketahuan, Abdul Rauf supata tidak menyangkut pautkan. Apalagi mempercayai jika berbagai gangguan tersebut merupakan ulah arwah gentayangan di rumah tersebut.

"Yang meninggal itu sudah putus hubungan dengan dunia. Tidak ada yang namanya arwah gentayangan, jangan sampai mempercayai hal itu. Jin dan setan itu bisa menyerupai siapa saja. Lebih baik doakan almarhum, dan perbanyak sholawat serta doa agar dihindarkan dari ulah jin ataupun setan," katanya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT