Unak Anik Jabar

Misterius! Lonceng Tua di Pendopo Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 11:12 WIB
Lonceng Tua di Pendopo Cianjur
Lonceng tua di Pendopo Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Tepat di sudut bagian utara kawasan Pendopo Cianjur, lonceng tua itu berada. Meski kerap menarik perhatian, terutama bagi mereka yang berkunjung ke pendopo ataupun Alun-alun Cianjur yang berada di seberangnya, banyak yang tak soal sejarah lonceng tua ini.

"Saya sering lihat lonceng itu, tapi tidak tahu itu lonceng apa dan bagaimana sejarahnya sehingga dipertahankan sampai sekarang. Padahal kan kawasan pendopo dan alun-alun sudah dibangun ulang tapi lonceng itu tetap dipertahankan," kata Muhammad Yusuf (27), warga Cianjur, Kamis (28/10/2021).

Sejarawan Cianjur Hendi Jo menjelaskan lonceng tua tersebut memiliki banyak fungsi pada 1900 hingga 1950. Di era Hindia Belanda, lonceng ini pernah berfungsi sebagai pemberi informasi telah terjadinya suatu peristiwa penting di Cianjur. Dalam Preanger Bode tertanggal 23 Maret 1910, dikisahkan ketika bupati terkemuka Cianjur R.Prawiradiredja II mangkat pada 17 Maret 1910, lonceng kabupaten dibunyikan beberapa kali tepat pada jam 6 pagi, disusul bunyi beduk bertalu-talu dari Masjid Agung Cianjur.

Lonceng ini juga dijadikan pengingat berlangsungnya jam malam. Seiring lonceng dipukul sembilan kali di waktu malam, maka sambil menunggang kuda, beberapa upas (petugas keamanan kabupaten) berkeliling untuk memeriksa apakah masih ada penduduk berkeliaran atau tidak.

Sedangkan pada tahun 1950, bunyi lonceng itu dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui waktu. Jumlah pukulannya disesuaikan dengan angka jam yang sedang berlangsung.

"Lonceng itu banyak dimanfaatkan sebagai penanda, baik peristiwa besar hingga penanda waktu. Hingga akhirnya sekarang dirawat dan dijadikan monumen," ujar Hendi Jo.

Lonceng Tua di Pendopo CianjurLonceng tua di Pendopo Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)