ADVERTISEMENT

Keindahan Gunung Ciremai dan Jejak 'Mother of Satan'

Bima Bagaskara - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 20:11 WIB
Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan.
Gunung Ciremai (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)

Jejak 'Mother of Satan'

Dibalik segala keindahan yang terdapat di Gunung Ciremai, baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan penemuan bahan peledak TATP 'Mother of Satan' sebanyak 35 kg di lereng Ciremai. Bahan peledak TATP itu ditemukan di sebuah lokasi tersembunyi di ketinggian 1.450 mdpl yang berjarak 7 kilometer dari Dusun Malarhayu, Desa Bataragung, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan penemuan bahan peledak itu bermula dari pengakuan napi terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bernama Imam Mulyana.

"Berdasarkan keterangan Imam Mulyana tersebut, pada hari Jumat, 1 Oktober 2021, tim Densus 88 AT Polri bersama dengan tim Jibom Brimob Polda Jabar, Inafis Polres Majalengka, tim Polres Majalengka, dan tim Lapas Sentul yang mengawal napiter Imam Mulyana melakukan pencarian. Seluruh tim membelah hutan yang lebat dengan rute yang tidak lazim selama berhari-hari," ujar Ramadhan kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Setelah ditemukan, bahan peledak TATP kemudian dimusnahkan oleh Tim Jibom Brimob Polda Jawa Barat. Proses disposal tersebut menimbulkan suara ledakan yang terdengar oleh warga Dusun Malarhayu.

Udi (45) Kepala Dusun Malarhayu mengatakan banyak warga yang mengira suara ledakan pada Jumat siang itu adalah suara petir. Namun setelah mendapat kabar, rupanya suara ledakan itu berasal dari proses disposal 'Mother of Satan'.

"Suara ledakan kencang, orang-orang pada dengar semua. Dikiranya petir mau hujan, itu habis jumatan lah kedengarannya," ucap Udi, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, suara ledakan yang terdengar tidak hanya sekali. Warga mendengar ledakan dari atas bukit berulang kali. "Ada beberapa kali suara ledakan itu," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi mengungkapkan Tim Densus 88 telah meyakinkan tidak ada lagi bom yang tersimpan di sekitar lokasi temuan 'Mother of Satan'. "Memang beberapa waktu lalu telah diambil oleh Densus 88 bom yang disimpan oleh tersangka teroris. Terakhir diyakinkan bahwa tidak ada lagi bom yang tersimpan di wilayah sekitar," kata Edwin di Mapolres Majalengka, Rabu (6/10).

"Kemudian kemarin juga Densus 88 sudah menyisir mencari ulang dan dipastikan tidak ada," ucap Edwin menambahkan.

Menurutnya bom tersebut memang sudah tersimpan lama di lokasi yang berada di berada di ketinggian 1.450 mdpl itu. "Bom ini memang sudah disimpan oleh pelaku sejak lama. Lokasi juga di atas gunung jauh dari pemukiman," kata Edwin.


(bbn/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT