Round-Up

Siasat Jahat Wakil Rakyat di Lahan Tebu Indramayu

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 09:28 WIB
Dua petani tebu tewas dibacok saat bentrokan di Indramayu
Lokasi bentrok maut di Indramayu (Foto: tangkapan layar video viral)
Indramayu -

Anggota DPRD Indramayu, inisial T, menjadi tersangka peristiwa bentrokan maut yang menewaskan dua petani tebu. T ditetapkan sebagai tersangka karena memprovokasi petani melalui organisasinya yakni Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis).

Kepolisian mengamankan T di kediamannya. Aparat menegaskan penangkapan T berkaitan dengan perannya sebagai Ketua F-Kamis. Tak hanya T, Polres Indramayu juga menetapkan enam tersangka lainnya. Keenam tersangka ini merupakan anggota dan pengurus F-Kamis.

"Di waktu sesaat setelah kejadian kita langsung mengamankan anggota F-Kamis dan pemeriksaan terhadap 26 orang. Kita tetapkan tujuh tersangka, salah satunya ketua F-Kamis," kata Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif saat jumpa pers kemarin.

Lukman menjelaskan peran T dalam bentrokan maut yang terjadi di perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Majalengka, tepatnya di Desa Kerticala, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. T bersiasat menggerakkan para petani sehingga terjadi bentrok.

"Ketua F-Kamis ini perannya menggerakkan, menghasut dan melawan petani yang menggarap atau menjadi mitra (PG Jatitujuh)," kata Lukman.

Wakil rakyat dari Partai Demokrat itu itu tak hanya memprovokasi petani melalui F-Kamis, T juga menggerakkan F-Kamis untuk melawan aparat. Lukman mengatakan petugas kepolisian sempat mendapat hadangan sejumlah orang bersenjata tajam (sajam) saat melakukan penindakan.

Lukman mengungkapkan F-Kamis menjadi provokator dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga konflik antarpetani tebu di yang menggarap di wilayah PG Jatitujuh kerap mengakibatkan bentrokan dan menelan korban.

Lukman mengatakan F-Kamis menghasut petani untuk menolak sistem kemitraan bersama PG Jatitujuh. Di sisi lain, lanjut dia, F-Kamis terus memprovokasi petani untuk mempertahankan tanah secara sepihak.

"Kita laksanakan tindakan tegas. Tidak ada premanisme, intimidasi dan pemerasan terhadap masyarakat kecil. Sebetulnya petani ingin bermitra," ucap Lukman.

Sementara itu, tersangka lainnya yang ditangkap petugas yakni ER (53), DR (46), SBG (48) dan SWY (51). Dua tersangka lainnya masih buron.

"Kita sedang melaksanakan pengejaran. Namanya sudah ada. Dua orang yang masih DPO," kata Lukman.

Simak Video: Bentrok di Indramayu! Petani Tebu Diserang Sekelompok Orang, 2 Tewas

[Gambas:Video 20detik]