Ini Isi Rekaman Suara Diduga Pengurus AKAR Sebelum Percobaan Bunuh Diri

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 09:25 WIB
Seorang pria diduga mencoba bunuh diri di depan Balai Kota Bandung
Lokasi pria diduga mencoba bunuh diri di Bandung (Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pengurus sekaligus Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat, inisial GB, berupaya bunuh diri di depan Balai Kota Bandung. Sebelum melakukan aksi itu, GB diduga merekam suaranya dan tersebar.

detikcom memperoleh rekaman suara diduga GB. Rekaman suara lelaki yang beredar di WhatsApp (WA) itu diketahui sudah diteruskan beberapa kali.

Dalam rekaman suara berdurasi 3 menit 34 detik itu, GB menceritakan keluh kesahnya soal PPKM di Kota Bandung. Termasuk beragam upayanya memperjuangkan agar industri pariwisata hingga kuliner bisa beroperasi secara normal.

"Mendengar keluhan teman-teman aja saya sudah tidak kuat. selaku pengurus saya mohon maaf jika selama ini saya kurang bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuk teman-teman. Percayalah pengorbanan ini mungkin yang terbaik yang bisa kami lakukan selaku pengurus. Hatur nuhun semuanya," kata suara lelaki diduga GB dalam rekaman tersebut, sebagaimana didengar detikcom, Kamis (5/8/2021)

Berikut isi rekaman lengkap suara pria diduga GB:

Selamat siang wartawan, beserta teman teman AKAR semuanya, PHRI. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan, pastinya berharap, saya selaku Ketua Harian AKAR Jabar berharap PPKM ini bisa memberikan kelonggaran kita, khususnya di Kota Bandung beserta daerah-daerah lainnya. Sehingga teman-teman insan pariwisata serta yang lainnya dapat membuka usahanya dengan protokol yang ketat.

Pada hari ini, luar biasa perjuangan, tetapi, informasi yang kita ketahui, di Kota Bandung khususnya, bahwasannya pemerintah tetap mengikuti anjuran dari pemerintah pusat. Bahkan yang saya, selaku wakil ketua, kemarin kita sudah mediasi kang Yana (Wakil Wali Kota Bandung-red) siap pasang badan. Tetapi, sangat disesalkan Pemerintah Kota Bandung tetap mengikuti pusat, tidak berani mengambil tindakan yang tepat.

Saya selaku pengurus, tetap memberikan yang terbaik untuk teman-teman. Perjuangan ini belum berakhir. Jika memang perjuangan terakhir ini saya lakukan, semoga keinginan yang kita tuangkan dalam selembar kertas dapat diizinkan, dapat di-deal-kan oleh pemerintah sehingga kita bisa dine in kembali.

Mendengar keluhan teman-teman aja saya sudah tidak kuat. selaku pengurus saya mohon maaf jika selama ini saya kurang bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuk teman-teman. Percayalah pengorbanan ini mungkin yang terbaik yang bisa kami lakukan selaku pengurus. Hatur nuhun semuanya.

Untuk wartawan kami hanya, inginkan hanya dine in saja dengan protokol yang tepat yang kuat, tidak ada yang lainnya. Kalau yang lainnya hanya bisa mengikuti saja. Mohon maaf sekali lagi, semoga perjuangan kita akan mendapatkan rida dari Allah SWT.

Untuk anak-anakku, mohon maaf kalau ayah belum bisa memberikan yang terbaik, percayalah, tanpa ayah juga. Ayah yakin kalian bisa tumbuh dan bisa menjadi anak yang soleh dan solehah. Untuk istriku, terimakasih, mohon maaf, Bondbond belum bisa jadi ayah yang baik. Perjuangan ini, akan tetap kibarkan bendera putih dan bendera kuning sebagai pengorbanan kita untuk semuanya. Terima kasih.