ADVERTISEMENT

Melihat 'Razia Perut Lapar' di Kuningan Saat PPKM Darurat

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 12:27 WIB
Razia Perut Lapar di Kuningan
Aksi 'Razia Perut Lapar' di Kuningan. (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)
Kuningan -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali begitu besar dampaknya dirasakan oleh banyak pihak. Tidak sedikit mereka yang terdampak benar-benar membutuhkan bantuan karena adanya pembatasan aktivitas selama masa PPKM.

Berangkat dari hal itulah, seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berinisiatif untuk melakukan aksi solidaritas sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Luthfy Noorhafizh Firdaus (28), pengusaha kuliner mi ramen di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, ini sudah empat hari terakhir menyediakan nasi bungkus gratis bagi warga Kuningan yang membutuhkan.

Luthfy membagikan nasi bungkus dengan cara yang cukup unik. Di depan kedai mi ramen miliknya, Luthfy dan sejumlah orang karyawannya membentangkan kertas yang ditulis beragam kalimat layaknya orang yang tengah menggelar aksi demonstrasi. Salah satunnya bertulis 'Razia Perut Lapar'.

Hal itu lantas menarik perhatian pengendara yang melintas, termasuk mereka yang terdampak PPKM Darurat mulai dari pedagang keliling hingga sopir truk. Kepada detikcom, Luthfy mengaku sudah empat hari terakhir rutin membagikan makanan kepada warga Kuningan yang terdampak PPKM Darurat. Selain di depan kedainya, Luthfy keliling kota Kuningan untuk membagikan makanan tersebut.

"Iya sudah empat hari ini (bagi-bagi nasi), tiga hari pertama kita bagi-bagi di depan kedai, kemarin hari keempat kita keliling Kuningan pakai mobil," kata Luthfy saat ditemui di kedai mi ramen miliknya, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, aksi bagi-bagi nasi bagi warga yang terdampak PPKM Darurat merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak awal pandemi COVID-19 dan tiap hari Jumat. Namun selain itu, aksi tersebut juga sebagai bentuk sindiran bagi pemerintah bahwa masih banyak masyarakat yang tengah merasakan kesusahan dan memerlukan bantuan secara nyata.

"Sebenarnya sudah dari dulu pas PSBB kita juga pernah bagi-bagi nasi bungkus, kemudian setiap hari Jumat juga. Kita emang menganggarkan untuk kegiatan seperti ini. Kalau sekarang kita fokus ke yang terdampak PPKM Darurat niat kita juga ingin agar pemerintah melihat bahwa masyarakat di bawah itu sangat butuh bantuan," tutur Luthfy.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT