Eks Pegawai Bank di Bogor Tilap Uang Rp 2 M Milik Nasabah

M. Sholihin - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 18:56 WIB
Oknum Pegawai Bank di Bogor Tilap Duit Nasabah
Eks pegawai bank di Bogor ditangkap polisi. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor -

Eks pegawai bank milik pemerintah di Bogor ditangkap polisi karena diduga menyelenggarakan program investasi fiktif dengan mengatasnamakan bank tempatnya bekerja. Tidak tanggung-tanggung, ia menilap uang Rp 2 miliar milik seorang nasabah.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan tersangka inisial AM ini beraksi masih bekerja sebagai asisten manager di bank pemerintah cabang Cileungsi. "Perkara ini diawali dari adanya seorang korban berinisial Ibu SS ditawari program fiktif oleh pegawai ataupun karyawan bank, tersangka AM. Dia (AM) menawari sebuah program investasi fiktif. Nanti apabila korban menyimpan (investasi) uangnya sebesar Rp satu miliar, akan dapat keuntungan sebesar Rp 40 juta, (dengan syarat) uangnya ditabung dan tidak ditarik selama satu tahun," kata Harun dalam keterangan persnya di Mapolres Bogor, Selasa (20/4/2021).

SS tergiur iming-iming dari AM. Dia kemudian membuka rekening baru di bank pemerintah ini dan menyetor uang Rp 1 miliar pada November 2019.

"Sesaat setelah buka rekening, buku tabungan dan ATM korban diminta tersangka dengan alasan untuk pencairan keuntungan dari investasi itu. Dua hari kemudian, korban diberikan uang Rp 40 juta dan disebut sebagai keuntungan dari penyimpanan Rp 1 miliar itu," ucapnya.

"Namun kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, terungkap bahwasanya uang 40 juta itu adalah uang korban sendiri, bukan uang dari bank. Programnya fiktif," kata Harun menambahkan.

Dari penangkapan ini, lanjut Harun, tersangka melakukan penipuan dengan cara dan modus yang sama serta dengan korban yang sama. Aksi penipuan investasi fiktif ini dilakukan saat tersangka masih bekerja di kantor cabang Tambun, Bekasi, Jawa Barat, pada 2018.

"Jadi pada tahun 2018 tersangka tawarkan program yang sama ke korban, korbannya ibu SS ini juga. Kenapa terulang, karena saat itu syarat yang diajukan tersangka, bahwa tabungan korban tidak boleh diambil atau ditarik selama kurun waktu 2 tahun. Sementara kejadian kedua ini kan dilakukan tersangka pada 2019, jadi sebelum jatuh tempo, kan jatuh tempo kalau 2 tahun itu 2020," tutur Harun.

Lihat juga video 'Pegawai Bank Bali Tilap Uang KUR Rp 1 M Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2