Jabar Hari Ini: Hengky Kurniawan Plt Bupati-Habib Bahar Bantah Ancam Membunuh

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 19:43 WIB
Habib Bahar bin Smith
Habib Bahar bin Smith (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Cerita Horor di Balik Pembangunan Jembatan Cirahong Ciamis

Jembatan Cirahong merupakan sebuah tempat ikonik yang terletak di perbatasan Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa barat. Di balik keindahan heritage peninggalan Belanda itu, ternyata memiliki cerita misteri yang cukup menyeramkan.

Konon menurut orang tua dulu, pada saat pembangunannya jembatan ini memakan tumbal sepasang pengantin baru. Benar atau tidak, cerita ini sudah diketahui oleh warga setempat khususnya bagian wilayah Ciamis.

Menurut cerita, ketika Pemerintah Kolonial Belanda membangun jembatan (Jembatan Cirahong) dengan dua fungsi, yakni jalan rel kereta api dan jalan kendaraan. Sesepuh desa setempat bernama Sukasna didatangi perwakilan Pemerintah Kolonial Belanda. Lalu memberi kabar bahwa ada kejadian di luar nalar yang menghambat pembangunan.

Namun Pemerintah Kolonial Belanda tidak percaya begitu saja dan pembangunan jembatan tetap berjalan. Tapi kejadian mistis terus terjadi, dimana kondisi aliran Sungai Citanduy yang tiba-tiba naik dan besar padahal kondisi tidak ada hujan. Sehingga proses pembuatan pondasi terhambat.

Jembatan Cirahong Ciamis.Jembatan Cirahong Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

Pemerintah kala itu pun langsung teringat oleh perkataan sesepuh desa itu dan meminta bantuannya. Akhirnya Sukasna melakukan mediasi dengan sosok gaib yang dianggap penunggu sungai Citanduy.

Konon sosok gaib itu merupakan sepasang siluman ular yakni Aki Bohang dan Nyai Odah. Pasangan siluman itu merasa terganggu dengan pembangunan jembatan itu.

Hasil mediasi itu, agar pembangunan jembatan lancar, siluman tersebut memberikan syarat dan menjamin jembatan dapat bertahan ratusan tahun. Syarat itu adalah tumbal sepasang pengantin baru yang masih perawan dan perjaka dengan paras cantik dan tampan. Pengantin itu nantinya akan dijadikan anak angkat oleh siluman ular tersebut.

Pemerintah kolonial kemudian mencari pasangan pengantin baru untuk memenuhi syarat tersebut. Kemudian Pemerintah Kolonial Belanda mendapat informasi adanya buruh bangunan yang akan menikah. Setelah selesai akad nikah, orang suruhan langsung menjemput pengantin itu. Alasannya, diperintah atasannya untuk memberikan hadiah.

Setelah dijemput dan diculik, pengantin baru itu dibawa ke tempat pengecoran pondasi di tengah sungai. Pengantin itu diikat dengan sesaji yang disiapkan lalu mengecor pondasi dengan semen, sampai kedua pengantin baru itu terkubur hidup-hidup.

Diketahui, Jembatan Cirahong dibangun sekitar tahun 1893, panjang jembatan ini sekitar 202 meter. Lokasi ini menjadi sebuah tempat menarik, selain sebagai penghubung kereta api dan kendaraan, Jembatan Cirahong juga sering jadi tujuan wisata dan ngabuburit saat Ramadhan.

"Konon kata orang tua dulu, bahwa pembangunan Jembatan Cirahong ini pakai tumbal sepasang pengantin baru. Keduanya dikubur hidup-hidup. Katanya supaya jembatannya kuat," ujar Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo kepada detikcom.

Menurut Kartoyo, Jembatan ini pun terkenal menyeramkan karena kerap menjadi tujuan warga untuk bunuh diri. Konon di lokasi ini ada sosok gaib penunggu yakni Bah Rahong.

"Alhamdulillah sekarang warga dan pemuda yang jaga disini selalu siaga, memang terlihat dari raut wajah yang akan bunuh diri. Jadi langsung bisa dicegah," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5