Setahun Pandemi, FAGI Ungkap 2 Dampak Negatif PJJ

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 18:51 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona. (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Setahun berlalu sejak pemerintah melakukan pembatasan sosial, termasuk di sektor pendidikan karena pandemi COVID-19. Hal itu memaksa guru dan murid melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Walau bisa menghindarkan anak dari risiko terpapar COVID-19, eksesnya ada beberapa dampak negatif yang muncul dalam pelaksanaan PJJ.

Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan mengungkap, ada sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan PJJ. Salah satunya adalah kurang terawasinya aktivitas siswa oleh guru.

"Saya kira untuk setahun ke belakang, aktivitas siswa tak bisa terkontrol oleh guru dan orang tua, beda dengan tatap muka," ujar Iwan saat dihubungi detikcom, Rabu (31/3/2021).

Kemudian, Iwan menemukan ada penurunan kualitas belajar. Walau tak memberikan angka pasti, tapi secara gambaran umum terhadap penurunan persentase siswa dari sekolah favorit yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Ada penurunan siswa di SNMPTN, siswa dari sekolah favorit pun tidak banyak diterima di PTN dan ini penurunan kualitas ini sebagai akibat tidak seriusnya dalam PJJ," ujar Iwan.

"Beda langsung dengan di kelas, antara guru dan siswa ada interaksi. Selama PJJ hanya dua mata pelajaran perhari, masing-masing dua jam dan hanya empat jam sehari," ujarnya.

Selain itu, kata Iwan, siswa juga merasakan jenuh meski pun para tenaga pendidik berupaya memberikan materi pelajaran seatraktif mungkin. "Iya ada tugas yang dikumpulkan di hari itu juga, tapi cukup merepotkan baik bagi guru, mau pun siswa, terutama kejenuhan karena ada yang hilang saat dia tidak masuk ke sekolah," ujarnya.

Simak juga video 'Tim WHO Pastikan Laporan Asal Corona Tak Terpengaruh Tekanan Politik':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2