Kasus Bansos yang Heboh di Cianjur: 'Beras' Plastik dan Ayam Hidup

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 14:14 WIB
Beras Plastik dan Ayam Hidup
Bansos beras bercampur plastik dan ayam hiudp di Cianjur. (Foto: dok.detikcom)
Cianjur -

Belakangan ini Cianjur dihebohkan dengan pembagian ayam hidup dalam program Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Pagelaran. Sebelumnya, Bansos BPNT di Cianjur juga menjadi sorotan usai ditemukan butiran plastik dalam komoditas beras yang diterima KPM di Kecamatan Bojongpicung.

Berikut dua kasus BPNT di Kabupaten Cianjur yang membetot perhatian publik:

1. 'Beras' Plastik di Kecamatan Bojongpicung

September 2020 lalu, warga Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dihebohkan dengan ditemukannya beras bantuan sosial BPNT bercampur butiran plastik. Penerima Bansos itu juga geram karena butiran plastik bening itu sempat dimasak dan nyaris dikonsumsi warga.

Temuan berawal ketika salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Margaluyu, Desa Sukaratu, memasak beras BPNT yang diterimanya. Setelah matang, tekstur nasinya berbeda dengan biasanya. Bahkan ditemukan juga butiran plastik bewarna bening di nasi yang hendak dikonsumsinya.

"Nasinya itu sedikit lembek dan lengket, tidak pulen. Ada juga seperti butiran plastik," ujar Ridwan Yulianto, salah seorang warga.

Begitu karung beras dicek, ia dan warga lainnya terkejut mendapati ada butiran bening mirip beras yang bercampur dengan beras BPNT. "Dalam satu karung beras ada pilihan butir beras yang mirip bijih plastik," kata dia.

Tidak hanya satu KPM, tapi banyak warga lainnya yang menemukan 'beras' plastik dalam beras BPNT yang didapatnya.

"Di Kampung saya saja ada beberapa warga yang dapat beras BPNT dengan bercampur beras plastik tersebut," paparnya.

Camat Bojongpicung Ejen Zainal Muttaqin menyebutkan butiran plastik dalam beras itu ditemukan di dua desa di Kecamatan Bojongpicung, yakni di Desa Sukaratu dan Desa Cibarengkok. "Jadi sudah ada dua desa yang masuk laporan. 8 KPM di Desa Sukaratu dan dua lagi di Desa Cibarengkok," ujar Ejen.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman melakukan langkah tegas dengan mengganti pemasok yang mengirim komoditas BPNT di wilayah Bojongpicung pasca ditemukannya beras Bansos BPNT bercampur butiran plastik. "Kami ganti supplier-nya, biar jadi contoh juga untuk supplier yang lain. Sehingga kualitas terus diperbaiki, jangan sampai melakukan kesalahan serupa," kata Herman.