Soal PPKM Jawa-Bali, Epidemiolog Unpad: Tidak Cukup 14 Hari

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 16:55 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Ahli Epidemiologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Panji Fortuna Hadisoemarto menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali tidak cukup hanya 14 hari.

"Saya rasa dua minggu tidak akan cukup. Pengetatan harus dilakukan sampai jumlah kasus menurun ke level yang sangat rendah. Mungkin perlu satu bulan bahkan dua bulan, itu kalau implementasinya baik," kata Panji kepada detikcom, Kamis (7/1/2021).

Memang tak dapat dipungkiri jika pembatasan yang dilakukan selama 14 hari atau bahkan dua bulan sesuai saran Panji akan berpengaruh pada kegiatan ekonomi. Dia menjelaskan kedua sisi tersebut tidak dapat dilakukan secara bersamaan.

"Saya selalu mengatakan begini, sekarang kita harus memilih antara pengendalian pandemi atau pemulihan ekonomi. Enggak bisa dua-duanya," ujarnya.

"Tapi, kalau sekarang memilih ekonomi pun tidak bisa, sih. Karena pasti pandeminya jadi tidak terkendali, ya ekonominya akan mandek lagi. Setelah pandeminya terkendali, kita bisa memulihkan ekonomi. Sekarang tidak akan bisa," ucap Panji menambahkan.

Selain persoalan jangka waktu pembatasan, Panji mengatakan keputusan pemerintah mengenai pembatasan secara parsial hanya di beberapa kabupaten dan kota adalah keputusan yang tepat. "Saya rasa tidak harus total, mengikuti kajian epidemiologi saja, yang memerlukan pembatasan adalah tempat-tempat yang mempunyai penularan komunitas luas," tutur Panji.

Meski begitu, ujar Panji, efektivitasnya akan kembali lagi pada implementasi PPKM. "Bisa tidak seketat yang kita harapkan?" katanya.