FPI Jabar: Selama Kami Hidup, Perjuangan Tetap Jalan

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 17:29 WIB
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab akhirnya tiba di Indonesia. Habib Rizieq langsung keluar dari Terminal 3 dan langsung berorasi.
Massa FPI menyambut Habib Rizieq Shihab. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bandung -

Imam Daerah Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat Maksum Hasan mengatakan tidak mempermasalahkan tentang pelarangan aktivitas organisasinya oleh pemerintah pusat. Menurutnya FPI hanyalah sebuah kendaraan perjuangan.

"FPI bukan tujuan, melainkan hanya kendaraan dan sebuah perjuangan. Ada FPI atau tidak, amar makruf nahi mungkar tetap wajib dijalankan. Ada FPI atau tidak ada FPI, perjuangan para kader FPI yang ada di mana saja tetap berjalan," kata Maksum saat dihubungi detikcom, Rabu (30/12/2020).

"Selama kami hidup, tugas kami akan kami lakukan karena itu kewajiban dari Allah bukan dari manusia," ujar Maksum menambahkan.

Menurutnya, selama ini operasional FPI tak pernah sedikit pun memakai bantuan dari pemerintah satu rupiah pun. "Selama FPI berdiri, jatah bantuan itu satu Rupiah pun tidak pernah diambil," tutur Maksum.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md menggelar pengumuman terkait status FPI. "Berdasar peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan putusan MK Nomor 82 PUU112013 tertanggal 23 Desember tahun 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing, baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa," ujar Mahfud Md dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (30/12/2020).

Mahfud membeberkan sejumlah alasan terkait pelarangan FPI. Salah satu alasannya adalah melakukan sweeping secara sepihak.

"Bahwa FPI sejak tanggal 21 Juni tahun 2019, 20 Juni tahun 2019, secara de jure telah bubar sebagai ormas. Tetapi sebagai organisasi, FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan sweeping atau razia secara sepihak, provokasi, dan sebagainya," sebut Mahfud.

Dalam konferensi pers soal pelarangan FPI ini, Mahfud Md didampingi sejumlah petinggi lembaga negara. Mereka adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Ka-BIN Budi Gunawan, Menkum HAM Yasonna Laoly, Mendagri Tito Karnavian, Kepala KSP Moeldoko, Menkominfo Johnny G Plate, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, dan Kepala PPATK.

(yum/bbn)