Cegah Surat Rapid Antigen Palsu, Wagub Uu Usulkan 'Sistem Barcode'

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 28 Des 2020 15:18 WIB
Bandung -

Kasus pemalsuan surat rapid test palsu di Surabaya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sejumlah langkah antisipasi agar kasus tersebut tidak muncul di wilayah Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul bahkan akan mengusulkan kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk membuat sistem barcode yang terpusat dengan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar. Sistem tersebut digunakan untuk mengecek keaslian dari surat keterangan rapid test antigen tersebut.

"Kita punya JDS (Jabar Digital Service) yang punya kemampuan membuat aplikasi digital sesuai dengan keinginan, kemarin membuat SiCaplang kemudian tata cara mutasi, promosi dan yang lainnya," kata Uu, Senin (28/12/2020).

"Sistem barcode itu nanti untuk mengantisipasi surat keterangan palsu tentang swab, kami mengusulkan untuk membuat barcode itu dan Insya Allah JDS akan mampu membuat itu," ucap Uu menambahkan.

Uu mengaku prihatin dengan sejumlah pihak yang memakai dan mengedarkan surat keterangan rapid antigen palsu tersebut. Pasalnya tujuan dari pemeriksaan adalah untuk memastikan kesehatan dari wisatawan atau pelaku perjalanan ke tempat tujuan.

"Saya meras prihatin atas nama Pemprov Jabar dan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat belum menemukan wisatawan atau pelaku perjalanan, yang memakai surat rapid test antigen palsu dalam operasi yang dilakukan selama musim liburan Natal 2020.

Ketua Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Perilaku, dan Penegakan Aturan (KP4A) Satgas Jabar Ade Afriandi mengatakan dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Kamis (24/12) hingga Minggu (27/4) pihaknya memeriksa bukti hasil rapid test pengunjung ke lokasi wisata.

"Selama opsgab (operasi gabungan) kemarin petugas mendata bukti hasil rapid test yang dibawa pengunjung dengan cara difoto buktinya dan orangnya, sejauh ini belum ada (temuan) dalam anggota tim opsgab ada dari unsur Ditreskrimsus Polda Jabar," ujar Ade saat dihubungi detikcom, Senin (28/12/2020).

Sebelumnya, Satgas Jabar melakukan pemeriksaan di puluhan titik di kawasan wisata di Jabar. Tak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan di fasilitas transportasi umum.

Kadishub Jabar Heri Antasari memastikan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan adanya laporan pelaku perjalanan yang menggunakan surat hasil rapid test antigen palsu.

"Belum ada laporan tersebut," ujar Hery singkat saat dihubungi detikcom.

(yum/mso)