Maaf, Tahun Baru Toko dan Cafe di Cimahi Cuma Buka Sampai Jam 9 Malam

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 28 Des 2020 13:42 WIB
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana
Foto: Whisnu Pradana
Cimahi -

Pemerintah Kota Cimahi menerapkan pembatasan jam operasional cafe dan pusat perbelanjaan hanya sampai jam 21.00 WIB selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pembatasan operasional cafe dan pusat perbelanjaan itu untuk mencegah kerumunan sehingga tidak terjadi penyebaran COVID-19. Berlaku sejak tanggal 23 Desember sampai 3 Januari 2020.

"Toko-toko dan cafe tidak beroperasi lebih dari jam 9 malam. Semua wajib sudah tutup tepat jam 9 malam. Sejak 23 Desember sudah kita terapkan dan terus kita kontrol," ungkap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat ditemui, Senin (28/12/2020).

Pihaknya bakal melakukan penertiban toko dan cafe yang membandel buka lebih dari pukul 21.00 WIB. Tempat tersebut akan ditutup secara paksa dan dibubarkan jika pengunjungnya berkerumun.

"Nanti akan ada petugas gabungan yang patroli untuk mengecek operasional toko dan cafe, kalau lewat jam 9 malam masih buka akan ditertibkan," katanya.

Menjelang perayaan pergantian tahun baru, Ngatiyana juga meminta agar masyarakat tidak berkerumun dan menggelar pesat berlebihan. Jika terindikasi ada kerumunan, maka pihaknya bersama kepolisian akan membubarkan kerumunan secara paksa.

"Kita tidak menutup Alun-alun atau pusat keramaian lainnya, tapi membatasi kerumunan saja. Jadi ada petugas gabungan yang patroli. Kita juga sudah buat edaran ke masyarakat biar mereka tidak terlalu euforia," jelasnya.

Sementara itu, KBO Sat Sabhara Polres Cimahi Iptu Budi Purwanto mengatakan pihaknya juga bakal melakukan pembubaran terhadap kerumunan warga saat pergantian tahun nanti.

"Kami imbau seperti biasa agar tidak berkerumun saat perayaan Tahun Baru. Tapi kalau ada indikasi kerumunan, pasti akan kami lakukan pembubaran," ungkap Budi.

Pihaknya juga tetap melakukan patroli dan operasi yustisi untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan menyasar titik keramaian di Kota Cimahi dan Bandung Barat.

"Untuk patroli tetap rutin kita lakukan terutama di pusat keramaian dan objek vital seperti Alun-alun, pusat perbelanjaan, dan lokasi lainnya. Kita minta warga tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Wisatawan ke Lembang Turun 20 Persen
Sementara itu menurut catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, kunjungan wisatawan ke Lembang selama libur sebelum dan setelah Natal hanya mencapai 15 sampai 20 persen.

"Hasil monitoring di libur panjang Natal kemarin, kunjungan wisatawan berkisar 15-20 persen dari kunjungan saat peak season biasa," ungkap Kepala Disparbud KBB, Sri Dustirawati, Senin (28/12/2020).

Menurutnya, jumlah angka kunjungan tersebut hampir terjadi di setiap objek wisata. Untuk wisatawannya sendiri ada yang berasal dari wilayah Jawa Barat dan ada juga dari luar daerah.

"Kondisi pandemi ini banyak orang yang memilih stay at home, makanya tempat-tempat wisata cukup lengang malah cenderung sepi," katanya.

GM Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang Sapto Wahyudi menyebutkan wisatawan yang datang pada libur Natal kemarin hanya sekitar 15%. Okupansi penginapan pun hanya sekitar 25% dengan sistem reservasi online.

"Yang datang hanya 15% di libur Natal ini. Mungkin karena kebijakan rapid antigen jadi wisatawan banyak yang membatalkan kunjungan. Padahal sebelumnya yang reservasi sudah lumayan tapi di akhir jadinya banyak dicancel," tuturnya.

Dari segi kepadatan volume kendaraan, pihak kepolisian pun menyebutkan tak ada peningkatan signifikan saat libur Natal kemarin. Volume kendaraan di jalan raya hanya meningkat 30 persen dari biasanya.

"Tidak terlalu melonjak, total hanya 30 persen peningkatan, itupun belum tentu semua masuk ke objek wisata karena mungkin ada yang cuma lewat. Selama libur Natal juga tidak ada kepadatan sampai harus menerapkan rekayasa lalulintas," ujar Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Susanti Samaniah.

(ern/ern)