Sulitnya Meregenerasi Perajin Batik, Kawula Muda Jabar Lebih Pilih PNS

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 16:54 WIB
Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon
Acara pengukuhan Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menilai banyak pemuda yang enggan menjadi perajin dan pengusaha batik. Pemuda di Jabar lebih memilih bercita-cita jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kondisi demikian membuat regenerasi perajin mengalami kendala. "Di Jawa Barat masih banyak anak-anak muda yang takut menjadi perajin dan pengusaha batik. Tetapi mereka berbondong-bondong ingin menjadi PNS," ujar Ketua Umum YBJB Sendy Yusuf saat menghadiri pengukuhan Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) di EB Batik Tradisional Cirebon, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/12/2020).

Sendy mengatakan regenerasi perajin batik sangat penting untuk kelangsungan produksi batik di Jabar. Dia mengaku tengah berusaha agar pemuda di Jabar memiliki keinginan untuk belajar menjadi perajin batik.

"Kita berusaha memberikan pemahaman kepada mereka agar mau perajin dan pembatik," katanya.

Sendy mengapresiasi pembentukan P3BC. Sebab, puluhan perajin ikut bergabung dalam paguyuban tersebut. "Ini bisa menjadi pilot project. Apalagi di Cirebon ini, P3BC diketuai oleh anak muda dan pengurusnya usianya di bawah 30 tahun atau generasi milenial," tutur Sendy.

Ia tak menampik kondisi pandemi COVID-19 membuat kerajinan batik terpuruk. Tak sedikit perajin yang berhenti produksi. Karena kesulitan untuk menjual. Kondisi demikian, menurut Sendy, berdampak pada pengusaha batik.

"Di sini mereka mau mendirikan paguyuban untuk membentuk sebuah wadah dan melek teknologi digital. hal seperti ini harus ditularkan kepada perajin-perajin batik lainnya. Bukan untuk yang muda-muda saja, tetapi yang senior harus mau melek teknologi," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2