Cegah Corona, Wisatawan ke Jabar Wajib Tunjukan Hasil Rapid Antigen

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 15:24 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Pengunjung yang datang ke kawasan wisata di Jawa Barat wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid antigen tes atau PCR yang berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Sekda Jabar tentang Pelarangan Perayaan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Massa tertanggal 17 Desember 2020.

"Mewajibkan pengunjung menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid antigen rapid tes atau PCR yang berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan," seperti dikutip detikcom dari surat yang ditandatangani Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja.

Di dalam surat tersebut dijelaskan pertimbangan memberlakukan rapid antigen test, di antaranya peningkatan kasus konfirmasi COVID-19 yang naik signifikan, tren keterisian tempat tidur dan ICU di rumah sakit dan angka kematian yang meningkat pasca libur panjang Oktober 2020.

"Sangat diperlukan komitmen bersama antara pemerintah daerah, kalangan bisnis, dan masyarakat untuk membatasi aktivitas serta menghindari kerumunan massa, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru 2021," tertulis dalam surat tersebut.

Setiawan juga meminta agar kepala daerah membuat surat edaran bupati/walikota kepada seluruh masyarakat dan pengelola tempat wisata untuk tidak memfasilitasi kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, termasuk acara perayaan pergantian tahun.

Saat dikonfirmasi Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad membenarkan adanya surat edaran tersebut. Ia menegaskan kembali, bahwa Pemprov Jabar melarang adanya perayaan akhir tahun baik indoor atau outdoor. Operasi yustisi akan ditingkatkan untuk mencegah terjadinya klaster dari gelombang liburan ini.

"Mudah-mudahan libur akhir tahun ini tidak menjadi klaster seperti liburan yang kemarin, saya lihat tempat-tempat wisata hotel yang sudah menerapkan protokol kesehatan, jadi kepedulian masyarakat ini juga yang mau berpiknik pada awalnya lakukan dulu lah tes, paling tidak rapid antigen untuk melihat apakah kita ini membawa virus atau tidak. Karena satu-satunya cara untuk mengetahui kita membawa virus atau tidak dengan tes itu," ujar Daud.

(yum/mso)