Round-Up

7 Pria Majalengka Khilaf dan Minta Maaf Usai Ajakan Jihad

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 07:51 WIB
Heboh video azan ajakan jihad di Majalengka
Heboh video azan ajakan jihad di Majalengka (Foto: tangkapan layar video)

Dalam video permohonan maaf yang diterima detikcom, seseorang yang bertindak sebagai muazin azan ajakan jihad membacakan surat pernyataan permohonan maaf. "Melalui surat pernyataan ini kami meminta maaf atas video kami yang sempat viral sebelumnya. Kepada masyarakat Desa Sadasari, Pemerintah Desa dan umat islam pada umumnya. Mungkin video kami sebelumnya sudah berbau sara dan membawa-bawa nama agama. Tapi kami tidak ada tendensi apapun ketika membuat video itu," kata pria dalam video itu.

"Kami tidak bermaksud memfitnah, menuduh ataupun menyerang pihak manapun. Jika ada pihak yang risih dan merasa tidak nyaman dengan video kami itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam. Kami mengaku salah. Kami khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi hal serupa di lain kesempatan. Kami berharap agar semua pihak dan umat Islam secara umum dapat menerima permohonan maaf kami," tutur dia menambahkan.

Lima dari tujuh orang tersebut diketahui merupakan warga Desa Sadasari, Kecamatan Argapura. Sedangkan dua lainnya merupakan warga Desa Haurseah, Kecamatan Argapura dan Desa Kumbung, Kecamatan Rajagaluh.

Permohonan maaf tujuh pria itu tak lepas dari langkah cepat Karna Sobahi yang meminta Muspika Argapura untuk mengecek kebenaran video yang menghebohkan publik. "Alhamdulillah mereka sudah diberikan pengarahan dan sudah menyadari kesalahannya. Secara sadar dan sukarela mereka telah membuat pernyataan permohonan maaf secara tertulis dan lisan melalui visual video," kata Karna.

Video azan ajakan jihad yang dilakukan tujuh pria itu juga disorot Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso. Bismo mengatakan akan berkoordinasi dengan MUI dan para alim ulama untuk meminta tanggapan perihal adanya kata 'hayya alal jihad' saat mengumandangkan azan.

"Nanti kita komunikasikan dulu dengan Ketua MUI dan para tokoh ulama bagaimana pendapat beliau-beliau terkait hal itu," kata Bismo.

MU Jabar meminta agar masyarakat tak terprovokasi atas munculnya video tersebut. MUI yakin masyarakat Jabar tak mudah terhasut.

"Sekarang mah mengimbau masyarakat jangan terprovokasi karena kami yakin umat Islam di jabar cerdas memahami ibadah," kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar.

MUI Jabar menilai penggantian kalimat azan dengan ajakan jihad telah menyalahi. Namun, Rafani belum bisa menjelaskan secara rinci hal-hal detail terkait kesalahan azan itu.

"Iya lah. Nggak ada yang seperti itu. Nanti bagaimana penjelasannya kita nanti siapkan," tutur Rafani.

Halaman

(bbn/bbn)