Round-Up

Kabarkan Fakta Ibu Hamil Ditandu Bikin Badru Nginap di Markas Polisi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 09:11 WIB
Ibu Hamil di Lebak Ditandu
Unggahan Badru yang memperlihatkan warga menandu ibu hamil lantaran jalan rusak di Lebak Banten ini dipersoalkan. (Foto: tangkapan layar Facebook).
Lebak -

Posting-an Badrudin alias Badru di Facebook soal ibu hamil ditandu karena jalan rusak yang berujung ia harus menginap dua hari di markas polisi menimbulkan banyak respons. Padahal gambar ibu hamil ditandu dan jalan rusak itu bukan hoaks. Muncul pembelaan dari Pemkab Lebak hingga anggota DPR di Senayan untuk Badru.

Fakta terbaru justru muncul dari keterangan Kepala Desa Barunai bernama M Hasan, tempat Badru tinggal. Rupanya, alasan kepala desa membawa warganya tersebut ke Mapolsek Panggarangan akibat posting-an yang diunggah Badru membuat 96 komentar. Komentar itu menyudutkan pemerintah desa, makanya Badru dibawa ke Mapolsek Panggarangan.

"Menurut keterangan Kades Barunai M. Hasan, masalah ibu yang hamil itu nggak menyangkut apa-apa. Tetapi, 96 komentar dalam posting-an itu menjelekkan kepada pemerintah setempat. Daripada terjadi kejadian yang lain, sebagai kepala desa membawa ke kantor polsek untuk dilakukan musyawarah dan menyelesaikan masalah tersebut," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi, Jumat (6/11).

Rupanya, Badru juga dibawa ke Polsek diantar ketua RT, karang taruna dan ketua pemuda. Termasuk kepala desa ikut dengan alasan menyelesaikan masalah akibat komentar tersebut agar menghindari keresahan.

"Bukan diamankan untuk ditahan. Namun, Kapolsek Panggarangan menerima pengunggah video tersebut atas inisiatif dari kepala desa Barunai M Hasan beserta perangkat desa, ketua RT, Karang Taruna, tokoh masyarakat dan ketua pemuda untuk melakukan pemecahan masalah atau problem solving, sehingga tidak mengakibatkan keresahan di masyarakat dan mengganggu kamtibmas," tutur Edy.

Tapi, keterangan itu berbeda dengan yang disampaikan oleh perwakilan keluarga. Kepala desa dianggap tidak terima karena unggahan sampai membawa Badru ke kantor polisi. Badru dibawa pada Senin (2/11).

"Alasanya ngamankan, sedangkan Polsek ngakui itu aspirasi masyarakat, jaro (kepala desa) keukeuh katanya pencemaran nama baik," kata Rinaldi selaku kakak ipar kepada detikcom, Rabu (4/11).

Tonton video 'Desanya Tak Bisa Diakses Mobil, Kakek Tola Ditandu ke Puskesmas':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2