Komisi III Kritik Polisi-Kades soal Badru Diamankan Terkait Ibu Hamil Ditandu

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 17:36 WIB
Ibu Hamil di Lebak Ditandu
Foto: tangkapan layar Facebook soal ibu hamil ditandu di Lebak, Banten.
Jakarta -

Komisi III DPR menyayangkan sikap kepala desa yang menilai unggahan pria asal Banten bernama Badru soal ibu hamil ditandu di jalan rusak sebagai pencemaran nama baik. Perkara itu dinilai tidak seharusnya dibawa ke ranah hukum.

"Kami sangat menyayangkan tindakan kepala desa yang menganggap postingan itu sebagai hal yang negatif, bahkan menjadi tuduhan pencemaran nama naik. Bukankah karakter masyarakat desa selalu mengutamakan musyawarah dalam hal ada kejadian yang dianggap kurang tepat, apalagi dibawa ke ranah hukum," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Menurut Pangeran, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran agar tidak berprasangka negatif terhadap informasi yang disampaikan masyarakat. Politikus PAN itu juga mengkritik kepolisian setempat yang tidak segera mengambil jalan tengah atau perantara pemerintah desa dan Badru.

"Kami juga menyayangkan sikap Kapolsek untuk tidak sesegeranya meneliti kejadian tersebut, mengambil tindakan perdamaian kepada kedua belah pihak sehingga pemuda tersebut tertahan selama 2 hari, sehingga slogan polisi sebagai pengayom masyarakat benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Pangeran bersyukur permasalahan ini sudah diselesaikan. Ia pun menilai apa yang disampaikan Badru seharusnya bisa menjadi masukan bagi pemerintah setempat dalam membangun daerah.

"Permasalahan tersebut haruslah dilihat bahwa ini sebuah kritikan positif dan pemberian informasi kepada pemerintah desa bahwa kondisi infrastruktur kita masih banyak yang harus mendapat perhatian. Meskipun kita juga menyadari bahwa anggaran pembangunan desa sangatlah terbatas," ungkapnya.

Bagaimana awal mula kejadian yang menimpa Badru itu? Penjelasan lengkap ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2