Jabar Sepekan: Heboh KTP Mojang Bandung-Pria Terobos Mapolres Tasikmalaya

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 18:41 WIB
Liya, wanita yang viral karena foto KTP cantik.
Liyanurzeftian (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Berbagai peristiwa terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ini, mulai dari banjir bandang di Cicurug, Kabupaten Sukabumi hingga sekeluarga di Tasikmalaya yang positif COVID-19 usai liburan, dua orang meninggal dunia karena hal ini.

Di sisi Jawa Barat lainnya, seorang gadis berusia 18 tahun menyedot perhatian netizen karena 'iseng' mengunggah pasfoto KTP-nya yang dinilai cantik. Lalu di Subang, seorang pria terus berkarya dengan mengubah pipa menjadi miniatur sepeda motor.

Apa saja berita populer yang terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ini? berikut ulasannya:

1. Mojang Bandung Unggah Pas Foto KTP Cantik

Mojang Bandung bernama Liyanurzeftian mendadak viral di media sosial setelah mem-posting foto KTP-nya via Instagram. Foto KTP itu diunggah Liya pada akun Instagram miliknya @liyanzef, Sabtu 12 September 2020.

Posting-an itu disukai lebih dari 50 ribu pengguna Instagram dan mendapatkan banjir pujian dari pengguna Instagram. Sekadar diketahui, gadis kelahiran Majalengka pada 2002 itu merupakan selebgram. Kini Liya berusia 18 tahun.

Kepada detikcom, gadis yang kerap tampil di FTV itu menyebut tidak menyangka foto KTP yang diunggahnya tersebut membuat heboh jagat maya dan membetot perhatian warganet. "Enggak nyangka. Soalnya emang iseng, lagi di toilet (upload-nya), memang enggak niat. Kalaupun tanggapan netizen negatif, pasti aku hapus," kata Liya saat ditemui di Loy Cafe, Jalan Citarum, Kota Bandung, Selasa (22/9).

Liya Si Gadis Cantik yang Foto KTP-nya ViralLiya, si gadis cantik yang foto KTP-nya viral. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Liya menyebut foto KTP miliknya banyak di-share warganet, bahkan di-repost oleh akun Instagram lainnya. Warganet menyebut foto Liya di KTP-nya itu berparas cantik. KTP yang menjadi perbincangan publik itu dibuat Liya setahun lalu.

"Aku masih sekolah, pas dapat KTP," ucap Liya.

"Shock, enggak menyangka viral karena KTP. Malu juga sebenarnya, apa sih cuma karena KTP," tuturnya.

Ia menegaskan foto yang terpampang pada KTP-nya itu bukan rekayasa atau hasil editan. "Asli dong," kata Liya.

2. Sekeluarga Positif COVID-19 Usai Berlibur dari Sumatera

Satu keluarga di Kota Tasikmalaya terkonfirmasi positif COVID-19 usai berwisata ke wilayah Sumatra. Bahkan, dua di antaranya meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya membenarkan adanya satu keluarga positif Covid-19. Keluarga yang tidak disebutkan identitasnya ini sempat melakukan perjalanan wisata dari Sumatra.

"Benar ada satu keluarga positif usai melakukan perjalanan wisata ke Sumatra," kata Kadinkes Kota Tasikmalaya Uus Supangat, Senin (21/9).

Uus mengatakan rombongan keluarga ini baru tiga orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, ada dua orang dari keluarga itu yang meninggal.

"Dua orang meninggal. Salah satunya positif, satunya lagi probable. Dua orang lagi yang positif ada yang berada di sini (Tasikmalaya) dan di Jakarta," jelas Uus.

Menurutnya Satuan Tugas COVID-19 langsung menelusuri jumlah anggota keluarga yang berwisata. Hasilnya masih belum disampaikan menunggu tracing dan tracking riwayat kontak pasien.

"Hari ini sedang pemeriksaan dan ada di rumah sakit diperiksa. Kita lakukan tracing dan tracking yang probable, konfirmasi positif dan sisa masih nunggu hasil. Masih dikumpulkan datanya berapa anggota keluarga yang turut dalam perjalanan ke Sumatra," ucap Uus.

3. Kreatif, Herman Ubah Pipa jadi Miniatur Motor

Pandemi COVID-19 tidak hanya memberi dampak terhadap kesehatan saja. Namun juga berdampak buruk ke kondisi perekonomian.
Berbagai kegiatan usaha terpaksa terhenti imbas dari merebaknya virus Corona yang telah merenggut banyak nyawa. Kondisi itu mengakibatkan banyak pegawai harus kehilangan pekerjaannya akibat kena PHK.

Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Herman (32), warga Tanjungjaya, Desa Manjul, Kecamatan Pagaden Barat, Subang. Ia terpaksa harus berhenti kerja karena tempatnya bekerja harus tutup sementara gegara COVID-19.

Herman (32), warga Tanjungjaya, Desa Munjul, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, membuat kerajinan miniatur motor berbahan pipa air. Miniatur yang dibuat mulai dari motor kekinian hingga jadul.Herman (32), warga Tanjungjaya, Desa Munjul, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, membuat kerajinan miniatur motor berbahan pipa air. Miniatur yang dibuat mulai dari motor kekinian hingga jadul. (Foto: Dian Firmansyah/detikcom)

Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat dan tetap berjuang di tengah kesulitan yang ada. Dia kini memulai usai kecil dengan penuh ketekunan.

Melalui tangan kreatifnya dia mampu menciptakan kerajinan miniatur motor berbahan dasar paralon. Sejak saat itu, belasan motor berbagai jenis sudah ia ciptakan mulai dari motor kekinian hingga motor jadul.

"Awalnya terjadi virus corona, mungkin di situ susah cari kerjaan lain, karena kerja saya yang biasa kerjakan sehari-hari kan ditutup. Saya coba memperdalam miniatur yang dulu sempat vakum selama tiga tahun enggak buat lagi, saya coba dijadikan usaha awal," tutur Herman perajin miniatur saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/9).

detikcom berkesempatan melihat langsung proses pembuatan miniatur motor yang unik itu. Setelah selesai dibentuk bagian demi bagian, kemudian untuk proses penyelesaian ia berikan sentuhan warna. Namun karena keterbatasan alat ia memanfaatkan barang yang ada di rumah untuk dijadikan sebuah alat layaknya kompresor untuk pengecatan.

"Untuk pembuatan satu unitnya bisa makan waktu satu minggu sampai satu bulan tergantung tingkat kesulitan," jelas bapak dua anak itu.

Hasil karya seninya sudah laku terjual ke sejumlah wilayah di tanah air seperti Jakarta, Bandung, Medan dan Jawa Tengah. Ia banderol harga satu unitnya mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 Juta.

Herman (32), warga Tanjungjaya, Desa Munjul, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, membuat kerajinan miniatur motor berbahan pipa air. Miniatur yang dibuat mulai dari motor kekinian hingga jadul.Miniatur motor berbahan paralon. (Foto: Dian Firmansyah/detikcom)

4. Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Banjir bandang menerjang wilayah Kecataman Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Ratusan rumah terendam dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan. Tiga orang hanyut dan dua di antaranya ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa.

Ratusan personel TNI - Polri, tim SAR gabungan, BPBD dan relawan bergerak cepat ke lokasi kejadian. Posko evakuasi, layanan medis hingga dapur umum didirikan di sekitar lokasi sejak malam pertama peristiwa itu terjadi. Dahsyatnya banjir bandang hingga membawa material batang pohon besar yang tercabut dari akarnya dan bebatuan bercampur lumpur.

"Dari hari pertama kejadian Senin malam, kita langsung mencari trouble spot-nya atau titik masalah kenapa terjadi luapan air dari sungai Cicatih. Ternyata setelah di selidiki, ada satu jembatan di aliran Sungai Cicatih yang tersumbat," kata Komandan Penanggulangan Darurat Bencana sekaligus Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo, Rabu (23/9).

Penelusuran dilakukan, Danang juga menugaskan beberapa tim untuk memeriksa penyebab meluapnya Sungai Cibuntu yang menjadi aliran utama Sungai Cicatih. Penelusuran dilakukan hingga ke hulu sungai di Curug Citaman di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Kemudian di telusuri lagi, ke hulu ada penyebabnya yaitu dimana tumpuan atau bendungan Curug Citaman di hulu yang membentuk seperti bendungan alami kecil berdiameter 10 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Nah itu yang pecah dan akhirnya material batu dan air turun ke bawah memasuki sungai Cicatih kemudian terbawa sampai dengan membendung jembatan di Desa Cibuntu," tutur Danang.

Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita banjir bandang yang terjadi di Sukabumi hingga pidato Presiden Jokowi di Sidang PBB.Dampak terjangan banjir bandang di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Dahsyatnya banjir tidak hanya lumpur tapi juga gelondongan batang pohon berukuran cukup besar. Diketahui hulu Sungai Cibuntu yang meluap berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Soal kemunculan batang-batang kayu itu sempat diutarakan sejumlah saksi mata saat kejadian, Parlin salah seorang warga mengatakan materal lumpur menjebol tembok menuju halaman rumahnya. Saat menyelamatkan diri dari terjangan air ia juga berhadapan langsung dengan batang kayu besar.

"Panik waktu kemarin itu cuma yang saya hindari kayu-kayu besar, kayu ini di atas gunung kayunya ada yang lima meter, diameternya ada yang sampe 40-50 cm. Kayu ini mengganjal jembatan ditambah debit air terlalu besar dihantam kanan kiri, meluap dan banjir," tutur Parlin pada Selasa (22/9).

Kayu-kayu berukuran besar itu juga yang kemudian menyumbat di jembatan Cibuntu hingga kemudian air menerjang ke pemukiman warga di sekitarnya. Soal kayu gelondongan itu juga dilihat langsung oleh Suharma, warga yang berada di lokasi tidak lama setelah kejadian.

5. Pria Terobos Mapolres Tasikmalaya

Polisi menegaskan insiden penerobosan Mapolresta Tasikmalaya dipicu masalah individu. Polisi memastikan pelaku berinisial HS (42) tak terpapar paham radikal.

"Untuk sementara hasil perkembangan penyidikan itu nggak ada, ini masalah individu saja," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (22/9/2020).

Mobil berkecepatan tinggi yang dikemudikan HS menerobos Mapolresta Tasikmalaya sambil berteriak 'besok kiamat'. Saat berhasil masuk ke markas, ia sempat mau merebut senjata polisi.

Erdi mengatakan saat masuk, mobil itu berhasil dihentikan oleh petugas jaga. Saat pengemudi dibawa keluar, dia berteriak 'besok kiamat'.

"Sambil mengucapkan itu mendekati petugas dan berusaha merebut senjata," kata Erdi.

Pembobil Tabrak Pagar Mapolresta TasikmalayaPembobil terobos Mapolresta Tasikmalaya. (Foto: tangkapan layar video viral)

Menurut polisi, pelaku memiliki masalah pribadi. Sebab, beberapa hari sebelum insiden itu, toko minuman keras milik HS dirazia polisi.

"Masalah personal yang dihadapi jadi beberapa waktu lalu toko yang bersangkutan menjual miras kemudian dilakukan tipiring, nah mungkin karena itu depresi langsung melakukan penerobosan ke Mapolresta Tasikmalaya," kata Erdi.

HS menabrakkan mobil Suzuki APV nopol D-1783-X dan menerobos masuk Mapolresta Tasikmalaya, Senin (21/9) dini hari, sekitar pukul 01.20 WIB. Aksi tersebut terekam kamera CCTV. Videonya viral melalui grup WhatsApp.

(yum/bbn)