Sejarah Tsunami di Selatan Jawa dan Pola Mitigasi '3x20'

Siti Fatimah - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 13:16 WIB
Ilustrasi tsunami
Ilustrasi tsunami (Foto: Thinkstock)
Bandung -

Indonesia yang berada di wilayah lingkaran rawan bencana membuatnya rentan terkena bencana gempa dan tsunami. Catatan sejarah menjadi salah satu sumber berharga untuk mengenali bencana yang sulit diprediksi kapan terjadinya.

Berdasarkan katalog gempa bumi merusak dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tsunami di selatan Jawa terdapat 11 kali kejadian tsunami yang dipicu oleh goncangan gempa bumi.

"Beberapa pemodelan, di pesisir selatan Jawa, waktu tiba gelombang tsunami ke daratan sekitar 20 menit. Jadi ketika ada peringatan potensi tsunami, masyarakat di pesisir pantai mempunyai waktu kurang dari 20 menit untuk evakuasi," kata Kasubid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG, Akhmad Solikhin, saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).

Berikut wilayah yang pernah dilanda tsunami di selatan Jawa:
- Tsunami Banyuwangi (1818)
- Tsunami Bantul (1840)
- Tsunami Tulungagung (1859)
- Tsunami Kebumen (1904)
- Tsunami Jember (1921)
- Tsunami Pangandaran (11/09/1921) pukul 15.19 WIB
- Tsunami Banyuwangi (1925)
- Tsunami Purworejo (1957)
- Tsunami Banyuwangi (03/06/1994)
- Tsunami Pangandaran (17/7/2006)
- Tsunami Jawa Barat Selatan (02/09/2009) pukul 14.55 WIB

Pada dekade 1990-an dan 2000-an, dua tsunami besar melanda Banyuwangi (1994) dan Pangandaran (2006). Tsunami Banyuwangi dipicu oleh gempa bumi dengan magnitudo 7,2 dan menyebabkan 250 orang meninggal, 127 orang hilang, 423 luka, 1.500 rumah rusak, 278 perahu rusak dan hilang. Efek tsunami mencapai pantai Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulung Agung, Trenggalek & Pacitan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3