Fakta-fakta Beras Bansos Bercampur Plastik yang Bikin Geger Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 11:49 WIB
Beras bansos bercampur plastik yang diterima warga Cianjur
Beras bansos bercampur plastik yang diterima warga Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)

Kembali Ditemukan Beras Bercampur Plastik

Camat Bojongpicung Ejen Zainal Muttaqin, menyebutkan pihaknya mendapatkan lagi laporan ada dua KPM di Desa Cibarengkok yang mendapatkan beras bansos bercampur butiran plastik. "Jadi sudah ada dua desa yang masuk laporan. 8 KPM di Desa Sukaratu dan dua lagi di Desa Cibarengkok," ujar Ejen, Jumat (25/9).

Tidak seperti di Sukaratu, di Desa Cibarengkok hanya mendapati ada beberapa butiran dalam karung beras yang diterima KPM.

"Meskipun tidak banyak, tetap ada campuran butiran plastik," kata dia.

Ejen mengaku masih mendalami kenapa butiran plastik tersebut bisa bercampur dengan beras bansos. Selain itu pihaknya juga terus mendata KPM yang mengalami hal serupa. "Kami masih cari tahu lagi, dikhawatirkan masih ada KPM yang juga terima beras bercampur butiran plastik," tutur Ejen.

Warga Sempat Masak-Konsumsi Beras Plastik

Titin (50) seorang KPM di Desa Sukaratu Kecamatan Bojongpicung mengaku sempat mengkonsumsi beras bercampur butiran plastik.

Menurutnya begitu mendapatkan bantuan beras dan sembako lainnya dari program BPNT, ia langsung memasaknya untuk makan anak serta cucunya. "Awalnya tidak tahu ada butiran plastik, jadi langsung masak saja. Tapi begitu dimakan, terasa ada butiran keras yang tergigit. Saya kira itu kerikil yang belum terbuang saat mencuci beras. Begitu saya lihat, ternyata butiran plastik," ujar Titin.

Petugas Puskesmas Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan pengecekan kesehatan pada beberapa warga yang sempat memasak dan mengkonsumsi beras Bansos BPNT bercampur butiran plastik. Petugas Puskesmas Bojongpicung Asep Yanto, mengatakan dari hasil pemeriksaan kesehatan, warga yang mengkonsumsi beras tersebut tidak mengeluhkan gangguan kesehatan.

"Tadi sudah ditanya, mereka tidak mengeluhkan sakit, baik itu mual ataupun pusing. Sementara kondisinya masih sehat," kata Asep saat ditemui di lokasi e-waroeng Kampung Margaluyu Desa Sukaratu, belum lama ini.

Meski begitu petugas bakal mengecek kondisi kesehatan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi gangguan pencernaan ataupun gangguan kesehatan lainnya. "Kami akan pantau secara berkala kesehatannya, sebab bagaimanapun baik sedikit ataupun banyak ada benda yang tidak harusnya dimasak dan dimakan dikonsumsi oleh KPM tersebut," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3