Kasus COVID-19 Daerah Tetangga Meningkat, Pemkab Sumedang Perketat AKB

Muhamad Rizal - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:30 WIB
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (Foto: Muhammad Rizal)
Sumedang -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang akan kembali memperketat aktivitas kegiatan warga di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) guna mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19 yang saat ini terus meningkat di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan saat ini pihaknya sedang siap siaga memperketat setiap aktivitas masyarakat mengingat saat ini kasus positif COVID-19 di sejumlah daerah di Jawa Barat mengalami peningkatan.

"Disamping itu, tetangga Kabupaten Sumedang dalam beberapa waktu terakhir seperti Bandung, Garut, dan Majalengka menunjukkan pertumbuhan jumlah terkonfirmasi yang cukup signifikan," kata Dony kepada detikcom, melalui pesan singkatnya, Senin, (21/9/2020).

Maka, dirinya meminta kepada para Kepala Desa melakukan pendataan bagi pendatang dari zona merah kemudian diminta untuk melakukan isolasi mandiri, sebelum mereka bisa berinteraksi kembali dengan masyarakat lainnya.

"Para Kepala desa diharapkan untuk terus mengaktifkan Desa Siaga Corona, kemudian mengintensifkan kembali kegiatannya. Forkopimcam dan puskesmas diharapkan dapat melakukan monitoring terhadap kegiatan ini," katanya.

Kemudian, bagi warga yang sedang dalam masa diisolasi, kata Dony, nantinya ada petugas yang terus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Sehingga mereka benar-benar dalam pemantauan yang ketat.

"Pastikan yang sedang melakukan isolasi mandiri akan di awasi oleh dinas terkait, Kecamatan, termasuk oleh Petugas Desa Siaga Corona, RT/RW, sehingga terhindar dari Klaster Keluarga," tambahnya.

Selain itu juga, Dony mengimbau bagi warga Sumedang yang akan bepergian keluar daerah khususnya ke zona merah untuk dapat menunda perjalanannya sementara waktu, sampai benar-benar kondisinya dinyatakan aman dan terkendali.

"Kepada Seluruh warga Sumedang diharapkan untuk menunda perjalanan ke Luar kota terutama ke zona merah, seperti Jakarta, Depok, Bandung, dan juga wilayah yang saat ini pertumbuhan COVID-nya seperti Garut dan Majalengka. Kecuali sangat Mendesak," ucapnya.

Hal itu juga kata Dony untuk mencegah penyebaran virus Corona secara meluas sehingga masyarakat akan lebih aman dan juga mengurangi risiko penularan terhadap yang lainnya.

Untuk dapat memperketat masa AKB ini, Dony meminta Satpol PP Kabupaten Sumedang untuk terus memperketat operasi penegakan disiplin terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan di saat pelaksanaan operasi di lapangan.

"Tindakan tegas dengan penerapan sanksi (administratif), dan juga memberikan sanksi kepada para pelanggar. Kemudian meningkatkan lagi disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan," ucap Dony.

Sanksi tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sumedang nomor 74 tahun 2020 tentang sanksi administratif terhadap pelanggaran tertib kesehatan dalam pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dan penanggulangan COVID-19.

"Sekarang warga harus lebih disiplin lagi, tak pakai masker bakal ada denda Rp 100 ribu hingga 150 ribu," ucap Dony.

(mud/mud)