Pesan Berantai 'Ibu Bupati Razia Masker' Picu Keresahan di Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 19:13 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Pangandaran -

Viral pesan berantai di WhatsApp soal 'Ibu Bupati' yang hendak merazia dan menindak siswa yang tak pakai masker, rupanya berdampak pula terhadap istri bupati Pangandaran, Ida Nurlaela. Dia mengaku cukup terdampak dengan ramainya sebaran pesan tersebut. Saat melakukan kunjungan ke desa-desa, tak sedikit orang tua resah dan menakuti anaknya atas kehadiran Ida.

"Banyak yang salah paham. Padahal saya sama sekali tak tahu menahu mengenai pesan tersebut," kata Ida di Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (15/9/2020).

Isi pesan yang ramai itu ditulis begini: "Assalamualaikum wr wb. Bp ibu mohon untuk memberitahukan kepada putra putrinya mulai nanti malam dilarang berkeliaran diluar rumah atau berkerumun ditempat2 keramaian karena Ibu Bupati bersama satpol PP dan Satgas Covid 19 akan Razia keliling dg membawa mobil GDS/ Gerakan Disiplin Siswa. bagi yg terjaring akan diangkut di mobil untuk dikarantina, wali murid dan gurunya akan dipanggil juga, Razia masker bagi yg tidak memakai masker disuruh menyemprot lingkungan radius 1000 meter . Mohon untuk di Share di Paguyuban hari ini juga. Terima kasih. Wassalamu'alaikum wr.wb."

Ida menegaskan sebagai istri Bupati bahkan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dia sama sekali tak memiliki kewenangan untuk menindak atau memberi hukuman karantina. "Itu nggak tahu ibu bupati mana. Saya tak tahu. Mungkin hoaks," kata Ida.

Ia tetap menganjurkan agar masyarakat Pangandaran tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, salah satunya dengan mengenakan masker. "Kalau sosialisasi kita harus dan selama ini terus kami lakukan. Kami tak bosan mengingatkan agar masyarakat waspada karena kasus Corona hari ini belum reda. Kita harus waspada," kata Ida.

Selanjutnya
Halaman
1 2