Gugus Tugas Jabar Masih Pakai Istilah PDP hingga OTG

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 10:56 WIB
Poster
Ilustrasi penanganan pasien Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) masih menggunakan terminologi ODP, PDP dan OTG, meskipun Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto telah meneken Kepmenkes HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease pada Senin (13/7).

Seperti diketahui istilah ODP untuk orang dalam pemantauan, PDP untuk pasien dalam pengawasan dan OTG untuk orang tanpa gejala, akan diganti dengan kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, dan kontak erat.

"Penggantian istilah ini belum resmi. Tapi Pemprov Jabar akan menyesuaikan karena penggantian istilah tentunya ada dasar pertimbangan, ada maksud dan ada tujuan," ucap Berli, Rabu (15/7/2020).

Pantauan detikcom di laman Pikobar pada Rabu (15/7) pukul 09.00 WIB, penggunan istilah baru memang belum digunakan. Di Jabar kasus terkonfirmasi COVID-19 mencapai 5.235 kasus, sedangkan positif aktif sebanyak 3.125 orang, total ODP 56.202 dan total PDP 11.322 orang.

"Pastinya untuk kebaikan atau memudahkan dalam mengklasifikasi dan lebih mempertajam pemantauan sehingga kecil kemungkinan ada yang terlewat dari surveilans yang dilakukan," tutur Berli.

Belum digunakannya istilah itu tak hanya di Jawa Barat, dalam pantauan dalam waktu yang sama laman Gugus Tugas COVID-19 nasional (covid19.go.id) pun masih menggunakan terminologi lama untuk menggambarkan kasus yang berkaitan dengan COVID-19. Istilah PDP, ODP, Positif dan OTG masih digunakan.

(yum/bbn)