Jabar Minim Bioskop

Suara Gelisah Milenial dan Upaya Pemkot Sukabumi Siapkan Bioskop

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 14:36 WIB
Ilustrasi bioskop (Foto: iStock)
Ilustrasi bioskop (Foto: iStock)
Sukabumi - Lebih dari satu dekade ini Kota Sukabumi belum kembali memiliki gedung pertunjukan film atau bioskop. Para milenial serta sejumlah penikmat dan pemerhati film lokal ini kemudian membuat komunitas Soecinema (Soekaboemi Cofee dan Cinema).

Dibentuknya Soecinema ini berawal dari kegelisahan soal ketiadaan bioskop di Sukabumi. Untuk menghidupkan budaya nonton, komunitas tersebut sering mengadakan pertemuan guna menarik minat berbagai kalangan pada ajang nonton bareng.

"Kami gelisah, Kota Sukabumi belum ada bioskopnya. Padahal ada nilai edukasi di sana, ada geregetnya dan yang pasti punya kontribusi pada budaya kota. Skala lebih spesifiknya adalah edukasi, kemudian hiburan pasti," kata I Hendy Faizal, salah seorang anggota senior Soecinema, kepada detikcom, Senin (13/1/2020).


Pria yang akrab disapa Egon itu mengenang massa-massa kejayaan bioskop di Sukabumi. Ia pernah merasakan bioskop 'recehan" hingga harga lumayan.

"Di mana ada Bioskop, di situ ada kesan. Ada kepuasan, ada cerita yang kemudian bisa jadi bahan diskusi. Jadi tidak hanya audio visualnya, tapi juga sisi lainnya di luar dari apa yang kita tonton," kata Egon.

Selepas 'matinya' bioskop, Soecinema hadir dengan tontonan hanya bermodal kain putih dan proyektor Infocus. "Pakai Infocus kita nonton bareng. Saya masih ingat lokasinya dulu paling sering di salah satu tempat di Radio Menara. Tapi memang lebih banyak ke edukasinya, misalkan kita diskusi soal film 'Time To Kill' atau film sejarah dari kacamata dan sudut pengambilan berbeda dari film kebanyakan," tutur Egon.

Selanjutnya
Halaman
1 2