Tak Hanya Bedah Rumah, Program Desa Dampingan Jateng Beri Modal Usaha

Rafi Ghifari - detikNews
Selasa, 20 Okt 2026 18:12 WIB
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalankan program desa dampingan di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, sejak April 2026. Program ini mencakup perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan listrik, pembangunan jamban, hingga dukungan modal usaha.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan program desa dampingan dilaksanakan untuk memastikan bantuan pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui bantuan yang tepat sasaran.

"Kami ingin memastikan bahwa itu benar-benar tepat sasaran. Tentu untuk meningkatkan kesejahteraan, salah satunya kami melakukan pendampingan seperti ini," ujar Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, upaya penanganan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjawab persoalan masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaannya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan bersama pemerintah kabupaten, Baznas, BUMN, dan perusahaan swasta.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama warga yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha. Salah satu bentuknya adalah pemberdayaan perempuan serta pemberian bantuan modal usaha.

"Yang membutuhkan usaha, perempuan-perempuan di Desa Kendalrejo diberdayakan. Usaha-usaha perekonomian masyarakat juga disiapkan bantuan modalnya. Inilah bentuk upaya kami memastikan masyarakat semakin sejahtera," ucap Taj Yasin.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Taskin Setda Jateng Syamsudin Isnaini menjelaskan program desa dampingan merupakan bagian dari gerakan satu perangkat daerah satu desa dampingan. Program ini mendukung prioritas pembangunan Jawa Tengah 2025-2029, khususnya program Desa Maju dan Berdaya serta percepatan penanggulangan kemiskinan.

Syamsudin menegaskan pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai pihak untuk mendukung penanggulangan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui kerja sama lintas sektor.

"Seluruh kegiatan desa dampingan di Kendalrejo merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama multisektor. Semua bergerak bersama untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi masyarakat," tutur Syamsudin.

Dalam pelaksanaannya, berbagai bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Melalui APBD Pemprov Jateng, sebanyak 13 unit RTLH diperbaiki dengan anggaran Rp 260 juta, sedangkan Baznas membantu rehabilitasi lima unit rumah senilai Rp 100 juta.

Selain perbaikan rumah, program ini juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Sebanyak 13 rumah memperoleh sambungan listrik murah senilai Rp 19,5 juta, sementara rehabilitasi jalan dilaksanakan melalui bantuan keuangan pemerintah desa senilai Rp 120 juta. Bantuan sanitasi turut diberikan melalui pembangunan 11 unit jamban oleh Baznas dan Perum Perhutani.

Di bidang ekonomi, warga memperoleh bantuan dua paket Kelompok Usaha Bersama (KUBE) senilai Rp 40 juta dan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) senilai Rp 12,5 juta. Selain itu, tersedia lima paket bantuan modal usaha senilai Rp 15 juta untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Dukungan program desa dampingan juga meliputi peralatan modal usaha kelompok, mesin perontok padi dari BRI, peralatan sekolah, akses internet gratis, alat peraga edukasi, serta bantuan pangan bagi masyarakat. Berbagai bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar sekaligus dukungan bagi kegiatan ekonomi warga.

Kepala Desa Kendalrejo Titik Iswati mengatakan, bantuan modal usaha mulai dimanfaatkan warga untuk membuat aneka makanan dan kue yang dapat dijual. Bantuan tersebut turut membuka kesempatan bagi perempuan rentan untuk menjalankan usaha produktif dan memperoleh penghasilan.

"Yang tadinya ekonominya kurang, yang mendapat bantuan modal UMKM bisa membuat kerajinan kecil atau makanan-makanan yang bisa dijual setiap harinya. Untuk bantuan lainnya seperti RTLH, jamban, dan listrik juga sangat membantu warga yang memang kurang mampu," ucapnya.

Titik menyebut Kendalrejo termasuk desa dengan kategori kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pemalang. Ia berharap bantuan yang telah diberikan dapat menjadi pijakan bagi warga untuk melanjutkan kegiatan ekonomi sesuai kemampuan masing-masing.

"Insyaallah kegiatan ini tidak hanya bantuan dari provinsi, tetapi kita bisa berjalan sesuai dengan kemampuan warga yang sudah lebih baik," pungkas Titik.

Manfaat program juga dirasakan Rusmiyati, salah satu penerima bantuan RTLH di Desa Kendalrejo. Rumah berdinding GRC dan beratap asbes yang ditempatinya bersama suami serta kedua orang tuanya sebelumnya terasa panas dan pengap, bahkan beberapa kali kemasukan air banjir hingga setinggi lutut.

Rumah tersebut selesai diperbaiki sekitar tiga bulan lalu dan kini sudah ditempati. "Alhamdulillah, sudah terbangun rumahnya, sudah jadi, sudah ditempati. Kami yang tidak mampu sangat berterima kasih sekali, sangat terbantu," tutur Rusmiyati.


(akd/ega)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork