DetikNews
Senin 01 Agustus 2016, 09:39 WIB

Paus Fransiskus Tegaskan Islam Bukan Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Paus Fransiskus Tegaskan Islam Bukan Terorisme Paus Fransiskus (REUTERS/Tony Gentile)
Roma - Paus Fransiskus menegaskan Islam tidak bisa disamakan dengan terorisme. Paus memperingatkan negara-negara Eropa yang secara tidak langsung mendorong kaum muda ke tangan para ekstremis.

"Tidak benar dan tidak tepat (untuk menyebut) Islam adalah terorisme," tegas Paus Fransiskus kepada wartawan di dalam penerbangan pulang ke Vatikan dari kunjungan di Polandia, seperti dilansir AFP, Senin (1/8/2016).

"Saya pikir tidak benar untuk menyamakan Islam dengan kekerasan," imbuh Paus asal Argentina ini.

Baca juga: Paus Fransiskus: Dunia dalam Perang, Bukan Agama Penyebabnya

Paus mempertahankan pernyataannya untuk tidak menyebut Islam, ketika mengecam pembunuhan brutal pastur Jacques Hamel di Normandy, Prancis beberapa waktu terakhir. Militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

"Nyaris dalam setiap agama, selalu ada sekelompok kecil fundamentalis. Kita memilikinya juga," sebut Paus.

"Jika saya harus berbicara soal kekerasan Islamis, saya juga harus berbicara soal kekerasan Kristen. Setiap hari di surat kabar, saya melihat kekerasan di Italia, seseorang membunuh kekasihnya, ada orang lain membunuh ibu mertuanya, dan orang-orang ini dibaptis secara Katolik," terangnya.

Baca juga: Kelompok Muslim dan Katolik Berkabung Atas Pembunuhan Pastur di Prancis

Pernyataan ini disampaikan Paus Fransiskus usai warga muslim ikut menghadiri misa di gereja-gereja Katolik di wilayah Prancis, pada Minggu (31/7) sebagai bentuk solidaritas dan duka cita atas tewasnya pastur Hamel yang dibunuh saat memimpin misa pagi, pekan lalu.

Paus pun kembali menyatakan, bahwa agama bukan pemicu terjadinya kekerasan. "Anda bisa membunuh dengan lidah, sama seperti dengan pisau," cetusnya, merujuk pada meningkatkan sentimen rasialisme dan xenofobia atau kebencian terhadap warga asing.

Lebih lanjut, Paus meminta negara-negara Eropa untuk lebih memperhatikan warganya. Paus menyebut terorisme muncul di tempat-tempat yang men-Tuhankan uang dan ketika tidak ada pilihan lain.

"Berapa banyak kaum muda di Eropa yang dibiarkan memiliki idealisme kosong, tanpa pekerjaan, sehingga mereka beralih ke narkoba, alkohol, dan bergabung dengan kelompok fundamentalis?" tanya Paus Fransiskus mengakhiri pernyataannya.

Baca juga: Kunjungi Kamp Auschwitz, Paus Fransiskus Doakan Korban Kekejaman Nazi


(nvc/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed