Putar Suara
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Petualangan Gen Z

ke Zaman Kaset

Fotografer
Ari Saputra

Meski sempat ditinggalkan karena perkembangan zaman, kini pita kaset kembali diganderungi oleh gen Z yang ingin merasakan sensasi kembali ke zaman kaset. Generasi yang lahir pada 1997-2012 itu memang terlahir di era Digital. Wajar saja bila mereka tak merasakan nikmatnya era kejayaan kaset.

Kini, mendengarkan musik sudah tak perlu lagi menggunakan kaset. Lebih mudah dan praktis menggunakan gadget dalam genggaman tangan. Eits, tapi kaset dulu juga pernah jaya loh di era 90-an. Masih ingat dong, gimana sulitnya memutar lagu dengan kaset, sangat jauh berbeda dengan era modern dan banyak pilihan untuk mendengarkan musik seperti Mp3 atau YouTube sekarang ini.

Seperti diketahui, kaset pertama kali diperkenalkan oleh Phillips pada tahun 1963 di Eropa dan tahun 1964 di Amerika Serikat, dengan nama Compact Cassette. Produksi besarnya dimulai sekitar tahun 1964 di Hanover, Jerman. Kaset makin populer di industri musik pada 1970-an dan perlahan menggeser kepopuleran piringan hitam.

Selama tahun 1980-an, popularitas kaset pun tumbuh pesat karena hadirnya rekorder poket portabel pemutarnya seperti Sony’s Walkman. Kaset memegang peran besar dalam dunia musik pada 1980-an dan 1990-an. Bahkan di era sekarang (setelah 2000-an), kaset masih menjadi alternatif media musik. Sama halnya seperti radio yang menyediakan musik pada 1960-an, pemutar CD portabel pada 1990-an, dan MP3 Player pada 2000-an.

Dimasa itu, kaset meledak di mana-mana. Para musisi baru di ‘era kaset’ bermunculan dan perlahan menggeser musisi-musisi ‘era piringan hitam’. Tak cuma di Indonesia, di banyak negara barat, pasar bagi kaset juga telah menurun tajam setelah masa puncak kejayaannya di akhir-akhir 1980-an. Di awal 1990-an popularitas kaset pun menurun seiring muncul dan berkembangnya compact disc (CD).

Para Gen Z ini pun menjelajah dan ingin menjajal era kejayaan Kaset, CD dan Piringan Hitam.

Perbincangan generasi Gen Z dan Gen X ini dijembatani oleh lagu-lagu dari kaset pita analog.

Mereka asyik mencari kaset artis idolanya.

Kebiasaan ini biasa terjadi 25 atau 30 tahun lalu, Asyik nongkrong di toko kaset dan mencari musik terbaru.

Deretan mesin pemutar kaset yang masih diperjualbelikan.

Walkman, alat pemutar kaset yang bisa dibawa ke mana-mana. Mencapai puncak popularitas di akhir 90-an.

Naomi, menunjukkan koleksi kaset yang dikumpulkan dalam 7 bulan terakhir dari berbagai genre musik.

Mereka menemukan keasikan saat terlempar ke masa lalu dengan membaca cover album.

Fotografer
Ari Saputra
Naskah
Rachman Haryanto
Editor
Dikhy Sasra
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE