Putar Suara

Di Zaman Serba Instan Kamera Analog Masih Curi Perhatian

Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Di Zaman Serba Instan, Kamera Analog Masih Curi Perhatian

Fotografer
Andhika Presetia

Masifnya era digital tak membuat fotografi analog kehilangan pamornya. Kamera analog justru kini masih eksis dan mendapatkan tempat tersendiri di kalangan milenial dan generasi Z.

Sejatinya fotografi analog ini sudah lebih dulu diganderungi generasi X (kelahiran 1965-1980). Meski digitalisasi sudah mulai menggempur era generasi Y (kelahiran 1981-1996) yang memudahkan segalanya. Begitu juga kaum milenial atau yang lebih dikenal generasi Z (1997-2012) tampak sangat menikmati karena hasilnya yang terbilang sangat estetik.

Trend kamera analog kembali ngehits dengan didukung kemajuan digital masa kini. Sehingga lebih mendorong anak muda mengikuti tren analog untuk nostalgia menikmati masa lampau. Belum lagi dengan banyaknya postingan di sosial media yang menyajikan karya-karya estetik dengan kamera analog, dan semakin menaikan tren ini.

Entah sampai berapa lama lagi tren fotografi dan kamera analog ini tetap bertahan dan mendapat tempat tersendiri di masyarakat pencinta fotografi. Kemajuan dan perkembangan zaman tak menyurutkan semangat generasi muda mendalami kamera analog dan menerima digitalisasi.

Proses pemasangan rol film.

Bukti fotografi analog masih bertahan dan diganderungi milenial hingga gen Z

Deretan lensa manual kamera analog.

Tren kamera analog kembali marak di kalangan anak muda ibu kota.

Proses pemilihan negatif film dilakukan pada area yang memiliki cahaya terang.

Salah satu hasil karya seni dari Kamera Analog.
Beginilah proses pemilihan Contact Print Negatif Film.
Reparasi kamera analog
Deretan kamera analog disalah satu toko di Pasar Baru.
Ret Ginting salah satu pemilik toko Jakarta Camera Analog (JCA) yang menjual kamera analog di Pasar Baru Jakarta.
Selain berjualan, ia juga sebagai salah satu Penghobi/Kolektor sejak tahun 1990-an. Ia memiliki beragam kamera pocket, analog single lens reflex (ASLR) dan twin lens reflex (TLR).
Klik Arrow di pojok bawah kanan untuk melihat Gambar selanjutnya
/
Pengemis di salah satu JPO.
Warga beraktivitas di Pekalongan 2016
Salah satu hasil karya seni dari Kamera Analog.
Babelan Bekasi 2021
Beginilah proses pemilihan Contact Print Negatif Film.
Sekolah di Muara Gembong juga terendam rob
Reparasi kamera analog
Sekolah di Muara Gembong juga terendam rob
Warga mengintip kondisi rob dari balik rumahnya 2016
Deretan kamera analog disalah satu toko di Pasar Baru.
Rumah Makan Padang di kawasan Sunda Kelapa tak luput dari rob 2021
Ret Ginting salah satu pemilik toko Jakarta Camera Analog (JCA) yang menjual kamera analog di Pasar Baru Jakarta.
Rumah Makan Padang di kawasan Sunda Kelapa tak luput dari rob 2021
Selain berjualan, ia juga sebagai salah satu Penghobi/Kolektor sejak tahun 1990-an. Ia memiliki beragam kamera pocket, analog single lens reflex (ASLR) dan twin lens reflex (TLR).

Dengan kembali maraknya kamera analog, kebutuhan akan jasa service dan laboratorium cetak semakin tinggi peminatnya. Meskipun demikian ada saja beberapa lab atau tempat pemprosesan film di Ibu kota.

Salah satu lab film yang cukup terkenal adalah (Lab) Rana yang berada di Kemang, Jakarta Selatan. Seiring berjalannya waktu, beberapa tempat cuci film yang ada juga menyediakan jasa develop dan scan ke format digital.

Fotografer
Andhika Presetia
Naskah
Rachman Haryanto
Editor
Dikhy Sasra
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE