Putar Suara
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Tinju: Dari Hobi Untuk Bela Diri

Fotografer
Rifkianto Nugroho

Selain menjadi cabang olahraga, Tinju juga bisa menjadi alat untuk bela diri. Olahraga yang cukup populer di dunia ini pun dimanfaatkan berbagai pihak dan instansi untuk mencegah tawuran. Ini salah satunya.

Mempertemukan dua orang (head to head) di dalam ring untuk saling beradu teknik memukul terkesan lebih gentle untuk menyandang gelar pemenang.

Di atas sasana inilah yang menjadi wadah bibit-bibit petinju muda yang ingin berkembang hingga menjadi petinju profesional. Salah satunya adalah di KPJ Boxing Camp, Bulungan, Jakarta yang rutin menggelar latihan mulai sore hingga malam hari.

Dari sasana tinju KPJ Boxing inilah para generasi muda digembleng dan mendapat pembinaan untuk menjadi bibit petinju profesional. Bahkan, Polda Metro Jaya ikut menggelar Street Boxing guna memberantas tawuran, kenakalan remaja dan premanisme.

Hal itu guna mengakomodir pelajar muda yang ingin menyalurkan kemampuannya bertarung yang mengedepankan sportivitas dalam baku hantam di atas ring tinju sesungguhnya.

Mereka bisa saling pukul dan beradu jotos dengan beragam teknik tak memandang usia. Tetapi keduanya dipertemukan sesuai berat badannya. Ajang inilah yang diharapkan petinju muda bisa menyalurkan dan meraih prestasinya, sekaligus meminimalisir tawuran pelajar di Ibu Kota.

Lorenso Harimau petinju asal Flores, NTT.

Fisik dan stamina menjadi yang utama.

Memasangkan sarung kepala sebelum bertarung di atas ring.

Lorenso Harimau, yang datang berlatih sambil ditemani anak-anaknya.

Sportivitas menjadi modal utama dalam bertanding.

William (17) pelajar asal Kota Depok ini rutin berlatih untuk mengejar prestasi dan menjaga diri.

Meski dunia Tinju tanah air kini tak baik-baik saja. Mereka tetap terus berlatih dan ingin menorehkan prestasi seperti nama-nama besar Ellyas Pical, Nico Thomas, Suwito Lagola, Ajib Albarado, Muhammad Rachman, Chris John hingga Daud Yordan yang mewarnai nama Indonesia di kancah dunia lewat sarung tinjunya.

Fotografer
Rifkianto Nugroho
Naskah
Rachman Haryanto
Editor
Dikhy Sasra
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE