Pro Kontra

Polisi Kaji Jalur Sepeda Permanen Sudirman Dihapus, Setuju atau Tidak?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 19:03 WIB
Komunitas sepeda road bike meminta dispensasi waktu tertentu untuk jenis road bike dapat menggunakan jalur kendaraan bermotor di Jalan Sudirman-Thamrin.
Pesepeda melintas di jalur sepeda permanen / Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Polisi mengkaji penghapusan jalur sepeda permanen di Sudirman, Jakarta karena dianggap tidak efektif. Bagaimana menurut Anda?

Seperti diketahui, jalur sepeda permanen mulai dipasang di Jalan Jenderal Sudirman sejak Februari 2021 lalu. Pembatas permanen itu berupa planter box yang terbuat dari beton. Seiring berjalannya waktu, planter box itu makin banyak terpasang di Jalan Sudirman.

Berkat adanya jalur sepeda permanen tersebut, para pesepeda jadi bisa gowes dengan lebih aman dan nyaman. Namun dalam keberjalanannya, jalur sepeda permanen itu terus menuai pro kontra.

Tak jarang pula jalur sepeda itu malah dilintasi motor. Kontroversi juga muncul ketika ada sepeda yang justru tidak melintas di jalur permanen yang telah disediakan.

Jalur sepeda permanen telah dibuat di Jalan Sudirman, Jakarta. Namun jalur ini kerap diserobot pemotor.Jalur sepeda permanen telah dibuat di Jalan Sudirman, Jakarta. Namun jalur ini kerap diserobot pemotor. Foto: Grandyos Zafna

Di sisi lain, Pemprov DKI tetap jalan terus dengan rencana jalur sepeda permanen. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu membuka sayembara desain jalur sepeda terproteksi dengan total hadiah mencapai Rp 52 juta.

Kini, muncul wacana jalur sepeda permanen itu ditiadakan. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyebut pihaknya membuka peluang meniadakan kembali jalur sepeda permanen di Jakarta. Hal itu bisa diambil jika keberadaan jalur itu dinilai tidak efektif.

Menurut Fahri, pelanggaran di sekitar jalur sepeda terjadi saat volume lalu lintas tinggi di sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Namun, di rentang jam tersebut, intensitas pesepeda melintas justru dinilai telah menurun.

"Memang kita perlu lakukan kajian perlu nggak lagi nanti lajur sepeda permanen. Jadi jalur sepeda permanen walaupun sudah diputuskan bisa dioperasionalkan setelah dari FGD kemarin, kita harus lakukan kajian-kajian lagi," kata Fahri saat dihubungi Sabtu (8/5/2021).

Evaluasi keberadaan jalur sepeda itu menyusul masih maraknya pelanggaran lalu lintas di jalur sepeda. Fahri mengatakan pihaknya akan mengumpulkan sejumlah data sebelum memutuskan perlu tidaknya jalur sepeda dilanjutkan.

"Kita kaji lagi kaya kemarin ada kecelakaan lalu lintas walaupun penyebab utamanya bukan jalur sepedanya permanen tapi fatalitas itu begitu tabrak jalur sepeda permanen itu fatalitasnya ada. Jadi kendaraan itu terbentur lebih keras karena dia (pembatas) terbuat dari beton seberat 300 kg," ungkap Fahri.

Kecelakaan yang dimaksud terjadi pada bulan lalu. Sebuah mobil terguling setelah menabrak pembatas jalur sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Mobil Tabrak Pembatas Jalur SepedaMobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Foto: Dok @TMCPoldaMetro

Tapi, wacana polisi ini menuai penolakan dari Kebon Sirih. Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta tak setuju dengan wacana itu.

"Jadi saya tidak setuju untuk menghapus karena untuk menghapus ini, ini sudah tersurat di dalam kampanye gubernur untuk memperbanyak jalur sepeda dan sudah ada targetnya sekian kilometer. kalau dihapus berarti kan hilang," kata anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz saat dihubungi, Minggu (9/5/2021).

Aziz pun mendorong Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya bisa melakukan kajian komprehensif terlebih dahulu sebelum menetapkan suatu kebijakan. Menurutnya, segala aspek yang menyangkut kepentingan pesepeda perlu ditinjau.

"Kalau memang mau dikaji silahkan saja, cuman hasilnya harus mengarah ke kepentingan pesepeda, bukan kepentingan kendaraan lain. Jadi memang harus punya persepsi yang sama bahwa yang akan dipertahankan ini jalur sepedanya, bukan karena ini banyak dilanggar terus jalur sepeda dihilangkan. itu menurut saya kurang benar perspektif itu," tegasnya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah menurut Anda setuju jalur sepeda permanen dihapus atau tidak setuju? Beri pendapat Anda dan argumentasinya di kolom komentar.

Tonton juga Video: Evakuasi Lansia yang Terjepit di Rongga Beton Pembatas Jalur Sepeda

[Gambas:Video 20detik]



(imk/dhn)