Jalur Sepeda Permanen Target Selesai Mei, Termasuk Tugu Sepeda Rp 800 Juta

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 18:06 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (7/4/2021). 

Pembangunan tugu yang berbentuk satu buah ban sepeda berukuran raksasa tersebut sebagai pengingat momentum penggunaan sepeda yang masif digunakan masyarakat Ibu Kota di tengah pandemi COVID-19.
Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (7/4/2021). (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah membuat jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Proyek ini ditargetkan rampung Mei mendatang.

"Memang target kami untuk keseluruhan jalur sepeda ini akan diselesaikan pada bulan Mei," kata Syafrin Liputo kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021).

Syafrin menerangkan tugu sepeda juga ditargetkan selesai bulan depan. "Sama, seluruhnya akan dituntaskan," tuturnya.

Diketahui, pembangunan tugu sepeda di kawasan Jalan Jenderal Sudirman telah dikerjakan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan pembangunan tugu sepeda ini menelan anggaran senilai Rp 800 juta.

"Tugu sepeda ini dapat anggaran dari kewajiban pihak swasta, pihak ketiga. Kemudian nilainya kurang-lebih Rp 28 miliar, termasuk tugunya yang Rp 800 juta," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/4).

Riza menyampaikan pembangunan tugu sepeda ini bertujuan memberi ruang, khususnya kepada para pelaku seni, untuk berkreasi demi memperindah Ibu Kota. Dia juga memastikan anggaran bukan berasal dari APBD DKI Jakarta, melainkan dari pihak ketiga.

"Itu kan memberi ruang untuk pelaku seni berkreasi, seni untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas dan mempercantik Jakarta. Anggaran dari pihak ketiga," jelasnya.

Selain itu, politikus Gerindra tersebut memandang tugu sepeda ini sebagai bentuk keberpihakan Pemprov DKI memfasilitasi para pesepeda. Dia berharap ke depan sepeda bisa dijadikan sarana transportasi bagi warga Ibu Kota.

"Kami berharap ke depan sepeda ini tidak hanya sebagai alat olahraga, rekreasi, dan ke depan tapi transportasi. Ini bagian integrasi layanan transportasi publik di Jakarta," ucapnya.

(whn/idn)