"Kenapa kok pencontrengannya untuk nomor dua, kami tetap akan mengundang KPU untuk mengklarifikasi hal ini," ujar Anggota Bawaslu, Wahidah Suaeb, saat ditemui wartawan di sela-sela rapat koordinasi Bawaslu dengan Panwaslu seluruh Indonesia, di Hotel Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (27/6/2009).
Wahidah heran mengapa KPU tidak memprhitungkan secara matang untung rugi pembuatan spanduk sosialisasi pilpres. Namun Wahidah tidak mengaggap hal ini sengaja dilakukan KPU.
"Masa iya sepanjang masa perancangan sampai finalisasi kemudian tidak ada yang berpikir bahwa ini bahaya, itu kan aneh. Kita tidak bisa mengatakan bahwa ini kesengajaan atau keberpihakan tanpa ada klarifikasi dengan KPU langsung," keluh Wahidah.
Mengenai tindakan Bawaslu selanjutnya, Wahidah akan memberitahukan setelah mendengar langsung keterangan KPU. Wahidah akan meminta penjelasan terkait perancangan spanduk sosialisasi pilpres.
"Ini sangat tergantung dari hasil klarifikasi nanti, cuma yang menjadi pertanyaan besar, yang namanya spanduk sosialisasi apalagi untuk hal se-urgent ini, tentu ada tahap perancangan, ada proses yang cukup lama hingga ada finalisasi, hingga ada percetakan," beber Wahidah.
"Ini adalah tahap yang paling penting. Padang kemarin melaporkan, tapi baru
Lampung yang membawa spanduk," pungkasnya.
(van/anw)










































