Wali Kota Prancis Dipukuli di Tepi Barat, 10 Tersangka Ditangkap

Wali Kota Prancis Dipukuli di Tepi Barat, 10 Tersangka Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 19 Okt 2026 16:26 WIB
Pemukim Israel melemparkan batu ke arah warga Palestina di desa Tepi Barat (dok. AFP)
Pemukim Israel melemparkan batu ke arah warga Palestina di desa Tepi Barat (dok. AFP)
Tepi Barat -

Kepolisian Israel menangkap 10 tersangka di Tepi Barat terkait serangan yang dilakukan oleh sekelompok pemukim Yahudi terhadap seorang fotografer Amerika Serikat (AS) dan seorang Wali Kota asal Prancis. Serangan ini terjadi di tengah kemarahan global atas maraknya tindak kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (19/10/2026), Kepolisian Israel mengatakan bahwa pihkanya telah menggerebek sejumlah lokasi di seluruh Tepi Barat, dan menyita kendaraan juga barang bukti yang diduga berkaitan dengan serangan tersebut.

Insiden ini terjadi saat serangan semakin marak di Tepi Barat, dengan para pemukim Yahudi mengganggu musim panen zaitun tahunan warga Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyusul insiden kekerasan parah selama akhir pekan lalu, termasuk penyerangan terhadap seorang pekerja media dan dugaan serangan terhadap warga sipil asing, sebuah operasi penangkapan telah dilaksanakan sebelum fajar," kata Komandan Kepolisian Israel di Tepi Barat, Mayor Jendral Moshe Finshi, dalam pernyataan pada Senin (19/10).

ADVERTISEMENT

"Para tersangka ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam insiden kekerasan tersebut, pelanggaran terhadap perintah komandan militer terkait zona militer tertutup, dan pembangunan ilegal," sebut Finshi dalam pernyataannya.

Serangan-serangan ini terjadi di tengah kemarahan dunia internasional atas meningkatnya tindak kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel di Tepi Barat.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, yang sedang menghadapi persaingan sengit dalam pemilu 27 Oktober mendatang, berupaya memperkuat basis pendukung sayap kanannya dan melontarkan keraguan mengenai situasi di balik rentetan serangan para pemukim Israel baru-baru ini.

Kubu oposisi Israel menyebut serangan terhadap warga negara asing (WNA) di Tepi Barat itu menodai citra Israel dan menuduh Netanyahu membiarkan tindak kekerasan semacam itu terjadi.

Kelompok-kelompok HAM mencatat bahwa Israel jarang menuntut para pemukim Yahudi jika korban serangannya adalah warga Palestina. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serangan-serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina, termasuk pembunuhan, pemukulan, vandalisme, dan pembakaran, terjadi sekitar enam kali per hari pada paruh pertama tahun ini.

Dalam insiden yang melibatkan WNA itu, para pemukim Israel menyerang iring-iringan diplomat Eropa, termasuk Konsul Jenderal Prancis dan Belgia di Yerusalem, saat mereka melintasi kota Taybeh di Tepi Barat pada Jumat (16/10) pekan lalu. Para pemukim Israel memukuli Bernard Baudoux (78), yang merupakan Wali Kota Aulnoye-Aymeries di Prancis.

Baudoux yang seorang pendukung Palestina, datang dalam kunjungan niat baik dan turut membantu proses panen zaitun yang dilakukan warga Palestina.

Sehari sebelumnya, para pemukim Israel memukuli Heidi Levine, seorang fotografer veteran yang sedang bertugas untuk media terkemuka Amerika, The Washington Post. Serangan pemukulan brutal itu membuat Levine harus dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang belakang.

Tonton juga video "Gelombang Protes di Sejumlah Negara: Prancis, Albania, hingga Tunisia"

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini