×
Ad

Jepang Batalkan Peringatan Gempa Dahsyat gegara Sistem Komputer Keliru

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2026 10:25 WIB
Foto ilustrasi: (Getty Images/kickers)
Jakarta -

Badan Meteorologi Jepang membatalkan peringatan guncangan gempa kuat yang sebelumnya mereka keluarkan pada Jumat (16/10). Peringatan itu dibatalkan lantaran mereka keliru.

Dilansir Japan Today, Sabtu (17/10/2026), peringatan tersebut dipicu oleh kesalahan estimasi magnitudo gempa-yang sempat diperkirakan mencapai skala katastrofik 9,9-sehingga menyebabkan gangguan sementara pada layanan transportasi umum di beberapa wilayah negara tersebut.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa sistem komputer mereka keliru dalam menentukan titik pusat gempa, yang mengakibatkan estimasi magnitudo menjadi terlalu tinggi.

Peringatan tersebut dikeluarkan pada pukul 12.40 siang untuk wilayah yang luas, mencakup Jepang bagian utara hingga tengah, dengan menyebutkan bahwa gempa terjadi di Kepulauan Chishima-yang juga dikenal sebagai Kepulauan Kuril-di lepas pantai Hokkaido.

Belakangan, pihak badan tersebut mengonfirmasi bahwa gempa dengan magnitudo 6,9 sebenarnya terjadi di dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada kedalaman 160 kilometer sekitar pukul 12.38 siang.

Peringatan itu sempat menggegerkan masyarakat. Sebab, dalam peringatan itu masyarakat diminta bersiap menghadapi guncangan hingga mencapai level 7-tingkat tertinggi dalam skala intensitas seismik Jepang.

Namun, menurut badan tersebut, guncangan terkuat yang tercatat hanya berada di level 1, yakni di Hakodate, Hokkaido bagian barat daya.

Menyusul peringatan tersebut, 14 rangkaian trem di Sapporo, Hokkaido, sempat berhenti selama beberapa menit hingga situasi dinyatakan aman untuk melanjutkan operasional, menurut pihak operator.

Layanan kereta cepat (shinkansen) di jalur Tokaido juga sempat dihentikan sementara antara stasiun Shin-Yokohama dan Toyohashi. Meski demikian, operator JR Central menyataka bahwa peringatan gempa tersebut bukanlah penyebab langsung dari penghentian layanan tersebut.

Peringatan dini gempa itu dibatalkan delapan menit setelah dikeluarkan. Banyak warga menerima pemberitahuan tersebut melalui ponsel pintar mereka, atau mengetahuinya lewat siaran televisi, radio, maupun sistem pengeras suara pemerintah daerah.

"Kami telah menimbulkan kekhawatiran yang besar serta membebani pihak-pihak yang mencari tempat berlindung atau mengambil langkah demi keselamatan mereka, begitu pula pihak lain seperti sistem transportasi dan dunia usaha yang turut terdampak," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara saat jumpa pers.



Simak Video "Video Gempa di Jepang: Rumah Terbakar, Kereta Terguling-Mal Runtuh"

(zap/dhn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork