Ukraina menuduh Amerika Serikat (AS) membantu Rusia karena gagal memberikan peringatan intelijen mengenai serangan rudal yang akan datang. Otoritas Kyiv juga menuding Washington telah menghambat respons militer Ukraina melalui perubahan pada sistem Starlink yang digunakan di medan perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, seperti dilansir AFP, Kamis (15/10/2026), menyerukan kepada miliarder teknologi AS, Elon Musk, untuk memulihkan layanan Starlink, yang menurut pihak Kyiv telah mengalami penurunan kecepatan dalam layanannya.
"Saya harap ini hanya kesalahan, mungkin masalah teknis yang sangat besar. Saya tidak tahu, tetapi kami meminta agar layanan itu diaktifkan kembali," kata Zelensky saat berbicara kepada jurnalis Inggris, Piers Morgan.
Mantan Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengatakan secara terpisah bahwa "operasional Starlink pada kecepatan 160 km/h (setara 99 mph) sedang dipulihkan".
"Drone-drone tempur dan drone pencegat seharusnya bisa terbang kembali," sebutnya.
Dalam tanggapannya, Musk mengatakan bahwa gangguan apa pun merupakan tanggung jawab pemerintah AS, bukan perusahaannya, SpaceX, yang mengoperasikan satelit Starlink.
Dia menjelaskan perbedaan sistem Starshield, yang diandalkan Ukraina untuk komunikasi di medan perang, dengan sistem satelit sipil Starlink yang juga digunakan oleh Kyiv, namun bukan untuk operasi ofensif.
"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Segala pembatasan kecepatan atau penggunaan ditentukan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh Presiden AS," ucap Musk, merujuk pada Presiden AS Donald Trump.
(nvc/dhn)